Di FEB UB, Seminar CBCC Bareng Bayu Skak Pecah!

KOTA MALANG – Kehadiran Bayu Skak dan Dinar Hana sebagai pemateri Creatonomics Business Creativity Competition (CBCC) 2019 membuat seminar hari ini (11/8) tak seperti pada umumnya. Alih-alih berwajah serius, peserta justru tertawa sepanjang acara.

Kedua inspirator tersebut memberikan materi kepada 270 peserta di Aula F Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB). Mereka memaparkan materi bertema ‘Globalizing Local Wisdom for Sustainability’.

Bayu Skak dengan jas abu-abu kebanggaanya dan T-shirt berwarna putih membeberkah kisahnya berbisnis dengan jenaka. Youtuber asal Malang ini meyakinkan kepada peserta bahwa bisnis yang membawa budaya memiliki tantangan besar, namun peluangnya pun demikian besar.

“Film Yo Wis Ben misalnya, berapa kali saya ditolak production house? Banyak, tantangannya besar. Bahkan awalnya dienyek rek. Film opo iki nggae boso jowo,” cerita alumnus SMKN 4 Malang itu.

Menurut Bayu, hal ini lantaran masyarakat kita saat ini masih menganggap remeh kelokalan. Terkadang seseorang ketika membawa budaya atau bahasa yang melekat seringkali malu. Entah dianggap ndeso atau nggak keren.



“Mindset ini salah satunya terbentuk dari sinetron misalnya. Orang yang bawa logat manapun, atau berdandan lokal manapun disitu pasti perannya rendah. Pembantu atau tukang ojek lah. Ini yang bikin orang jadi malu bawa daerahnya,” katanya disusul tawa peserta.

Ia pun berpesan agar selalu berbangga dan jangan malu membawa kedaerahan dimanapun. Begitu juga dengan Dinar Hana. Wanita yang bergelut di bisnis IT dan coffee shop ini tak hanya cantik tapi juga pintar. Ia menjadi CEO sebuah perusahaan IT di Malaysia.

“From Local to Global. Dimanapun saya berada, saya itu orangnya menjunjung tinggi manner before knowledge. Anda tahu Jepang? Teknologinya luar biasa. Tapi di sana anak lewat depan orang tua, sepedanya dituntun loh. Jadi jangan malu bawa manner kedaerahan kita,” cerita wanita kelahiran 1986 ini.

Ketua Pelaksana CBCC M Abdi Dzil Ikhram, SE, MM mengatakan seminar ini merupakan rangkaian dari kompetisi enterprenur CBCC yang berskala nasional. Tahun ini merupakan tahun ketiga dilakasanakannya CBCC.

“Tahun-tahun sebelumnya kita angkat tema kesosialan. Sekarang kita angkat tema kelokalan karena generasi kita hampir melupakan kearifan lokal. Kita tumbuhkan kecintaan budayanya lagi di sini,” ujarnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia