Dewanti Puji Darah Biru Arema 2

KOTA BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko akhirnya bisa menebus rasa penasarannya pada film Darah Biru Arema (DBA) 2, Rabu (27/6). Bersama puluhan Aremania (suporter Arema), orang nomor satu di Kota Batu ini ikut nonton bareng di Movimax Dinoyo. Kemeriahan semakin terasa saat kru dan pemeran film tersebut ikut nimbrung.

Menurut Dewanti, film bergenre drama komedi tersebut sangat bagus dan layak untuk ditonton. Sebab, tidak hanya bercerita tentang sepak bola, tetapi film tersebut juga memotret kehidupan arek Malang, baik yang tinggal di Malang maupun di luar Malang. ”Beberapa kali saya gagal menonton, akhirnya malam ini (kemarin, Red) saya bisa melihat bersama Aremania di sini,” kata dia lantas tersenyum.

Mengenakan kaus hitam bergambar kepala singa dan syal bertulis Arema, Dewanti terlihat menikmati film berdurasi 110 menit itu. Baginya, ini adalah karya arek Malang yang patut diapresiasi. ”Jadi, ke sini tadi memang sengaja bareng-bareng dan saat melihat ini memang karya anak muda Malang luar biasa,” kata istri Eddy Rumpoko itu.

”Sudah selayaknya kita men-support dengan menonton langsung seperti ini,” imbuh Dewanti. Dia berharap, film ini juga akan ditonton oleh lebih banyak moviegoer. Tidak hanya Aremania, namun semua orang. Karena film yang disutradarai Taufan Agustyan tersebut menceritakan banyak hal mengenai kehidupan. Jalan cerita tentang kisah anak-anak di lingkungan sekolah yang sangat cinta dengan klub Arema juga enak untuk diikuti. Termasuk perjuangan anak rantau dengan berbagai problematikanya yang juga menggandrungi klub berjuluk Singo Edan tersebut. Hingga cerita bapak yang kehilangan anaknya saat mendukung Arema sebelum berlaga.

Dari salah satu scene (bagian adegan), Dewanti mengaku banyak belajar. Seperti adegan Aremania yang merantau ke Kalimantan. ”Kita jadi banyak belajar, melihat perjuangan orang Malang yang sukses di luar kota ya seperti itu awalnya,” kata dia. Mereka harus bersusah payah agar bisa meraih kesuksesan. ”Nilai kebersamaan, gotong-royong, saling peduli. Di luar kota, guyub rukun itu dengan bagus ditunjukkan di film ini,” kata dia. Dewanti berharap, ada banyak lagi karya anak-anak muda yang mengangkat potensi lokal.



Dia juga berharap, film ini bisa memotivasi anak muda Malang untuk terus berkarya. ”Ini adalah salah satu contoh. Meski dengan fasilitas minim biaya, namun ternyata bisa. Saya berharap, anak muda Aremania bisa berkarya di bidang apa pun, terutama yang kreatif,” pungkas Dewanti.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Aris Dwi Kuncoro