Dewan Sentil Ketersediaan Peta Irigasi

KOTA BATU Di balik moncernya sektor pertanian di Kota Batu, ada sejumlah problem yang belum terurai hingga saat ini. Salah satunya yakni ketersediaan database dan peta irigasi yang baik. Wakil Ketua DPRD Kota Batu Nurochman menyatakan bila jejaring irigasi itu selama ini memang belum jelas. Dia juga menyebut jika Pemkot Batu masih belum fokus pada pembenahan saluran irigasi. Padahal itu merupakan kebutuhan yang cukup vital bagi para petani. ”Faktanya, sekarang ini pemerintah belum mampu memaksimalkan, masih sama seperti tahun sebelumnya,” sesal dia.

Berapa panjang jalur irigasi yang ada dan bagaimana kondisinya sekarang ini, belum teridentifikasi dengan baik. ”Seperti irigasi yang ada di Torongbelok (Kelurahan Songgokerto) itu kondisinya seperti apa, panjangnya berapa, dan untuk irigasi mana saja itu harus ada seharusnya,” pinta ketua DPC PKB Kota Batu tersebut. Dengan peta irigasi yang jelas, dia yakin Pemkot Batu bakal bisa mengambil kebijakan dengan tepat. Utamanya yang berkaitan dengan program perbaikan atau pembangunan.

Untuk mencapai tujuan itu, dia menilai perlunya sinergi di antara organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Batu. Dinas lingkungan hidup (DLH) yang mengetahui sumber mata air wajib bersinergi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Begitu pula dengan dinas pertanian yang menjadi kepanjangan tangan para petani. ”Program mereka ini seharusnya terintegrasi, karena ada keterkaitan dalam menyangkut potensi sumber air,” imbuh Nurochman.

Sebagai muara sinergi, dibuatnya peraturan daerah (perda) tentang irigasi bisa menjadi salah satu solusi. ”Perda irigasi kami belum punya, yang ada masih perda pelayanan di bidang pengairan Nomor 8 Tahun 2011,” kata dia. Contoh kasus turut disampaikan Nurochman. Pada tahun 2017 lalu, beberapa saluran irigasi di Kota Batu sempat jebol. Salah satunya di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo.

Akibatnya, lahan pertanian seluas 125 hektare sempat terganggu pasokan airnya. Catatan tersebut seharusnya menjadi perhatian yang perlu ditekankan bagi Pemkot Batu. Hal serupa juga terjadi tahun lalu, saat Dam Prambatan di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, turut terdampak luapan air.



Menanggapi sentilan dari dewan tersebut, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengakui bila persoalan irigasi masih menjadi permasalahan bersama.

Meski begitu, dia meyakinkan bila problem kekurangan air yang sempat terjadi sebelumnya tidak sampai menimbulkan gejolak. ”Tidak sampai ada yang dirugikan, karena para petani pun tertib. Mereka sadar harus bergantian untuk suplai air di lahannya,” terang Punjul.

Terpisah, Kasi Operasional Pengairan dan Pemeliharaan Dinas PU dan Bina Marga Kota Batu Samingan mengaku bila tahun ini pihaknya mulai serius mendata peta irigasi. ”Tahun ini mulai pendataan, ya harapan kami empat bulan ke depan bisa selesai. Untuk lebih jelasnya bisa ke kabid saya,” terang dia.

Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya