Detik – detik Nur yang Tirakat 40 Hari di Puncak Songolikur Disuruh Turun

Detik – detik Nur yang Tirakat 40 Hari di Puncak Songolikur Disuruh Turun - JPNN.COM

jpnn.com, JEPARA – Nur Hasan, 35, warga Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Jepara, mencoba bertahan hidup di Puncak Songolikur, Pegunungan Muria. Tujuannya menjalani tirakat selama 40 hari.

Dia sudah tiga pekan terakhir menjalani lakon tersebut. Namun, kondisi kesehatannya semakin memburuk. Akhirnya, relawan dan tim penyelemat gabungan mengevakuasi Nur Hasan, Sabtu (1/6) malam. Butuh waktu 10 jam sejak pemberangkatan tim hingga pemulangan Nur Hasan ke rumah orang tuanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan, Nur Hasan ditemukan di Puncak Songolikur dalam kondisi lemas. Dengan berselimut sarung, dia terbaring di dalam gubuk berukuran dua meter yang dibuatnya sejak pertama tinggal di puncak.

”Kondisinya lunglai, karena kurangnya bahan perbekalan dan logistik untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Oleh warga, korban sudah berusaha dibujuk dan diajak untuk turun. Akan tetapi selalu menolak. Dia bersikeras untuk menyelesaikan tirakatnya. Nur Hasan memiliki nazar untuk tinggal menyepi di Puncak Songolikur sampai 40 hari. ”Daripada terjadi apa-apa akhirnya diberangkatkan tim untuk menjemputnya,” imbuhnya.

BACA JUGA: Kisah tentang Kesabaran Guru Sekumpul Hadapi Penyakit

Terakhir kondisi Nur Hasan diketahui oleh seorang pendaki dan relawan dari Kota Semarang. Karena melihat survivor dalam kondisi lunglai, pendaki dan relawan itu kemudian meminta bantuan BPBD Jepara dan relawan gabungan untuk melakukan upaya evakuasi.

Evakuasi dimulai pukul 16.00 Sabtu (1/6) dengan mengirim tim evakuasi yang terdiri dari tim reaksi cepat dan Satgas BPBD Jepara. Relawan gabungan melakukan pergerakan ke Desa Tempur, Keling, sebagai posko lapangan.