Deteksi Dini Hipertensi Kehamilan dengan Aplikasi Android

Kenyataan itu lah yang melatarbelakangi lima mahasiswa Universitas Airlangga membuat perangkat aplikasi deteksi dini pre-eklamsia. Aplikasi tim yang terdiri atas Shervil Kagayaita Sayko, Rida Mahrani Harahap, Sita Aulia, Editia Yuniawati (Prodi Pendidikan Bidan FK), dan Mardhatilah Syauqina Putri (Fakultas Keperawatan) tersebut berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karya Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan Kemenristek-Dikti. Menurut Shervil Kagayaita Sayko, setelah aplikasi dibikin timnya melakukan proses web service dan pembuatan aplikasi web.

Kemudian dilakukan uji kepakaran kepada ahli obstetri dan ginekologi (kebidanan dan kandungan) agar aplikasi ini tepat dalam mendiagnosis. Juga diujikan kepada ahli bahasa untuk menyempurnakan bahasa yang digunakan dalam aplikasi, dan kepada ahli teknologi agar konten aplikasi ini layak dipublikasikan. ’’Setelah semua uji kepakaran selesai, kami mendaftarkan aplikasii ini ke Hosting Domain PE-Detector dan kemudian launcing ke Play Store,’’ terang Shervil.

Dari uji coba, diketahui bahwa aplikasi ini membantu ibu hamil untuk mengenali gejala dan tanda-tanda pre-eklampsia yang dikonstruksi lewat data subjektif dan data objektif. Data subjektif mencakup karakteristik kehamilan yang dapat langsung diisi oleh si ibu hamil itu sendiri. Misalnya usia, pendidikan, paritas (frekuensi hamil), kepatuhan untuk kunjungan kehamilan, riwayat kesehatan dan hipertensi hingga faktor anemia yang dapat memperberat risiko komplikasi akibat pre-eklampsia.

Diterangkan oleh Shervil, data objektif itu didapatkan dari perhitungan Body Mass Index, Roll-Over Test dan Mean Arterial Pressure lewat pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Data ini nanti akan dikalkulasi dan dikategorikan menjadi nilai risiko.



Nilai risiko inilah yang nanti akan membantu tenaga medis dalam mendeteksi sejak awal hingga mampu memberikan intervensi yang diperlukan agar tidak berkembang menjadi pre-eklamsia atau bahkan eklampsia. (ina/JPG)