Destinasi Omah 3D Art, serasa Berinteraksi dengan Super Hero Sinergi Jawa Pos

Bagi pengunjung wisata di Mojokerto, wisatawan kini bisa memanfaatkan selfie dan wefie dengan tema tiga dimensi (3D) unik dan menarik. Untuk mendapatkan destinasi buatan itu, wisatawan cukup bisa mampir ke Omah 3D Art di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Di sini, pengunjung bisa menikmati aneka printing. Macam super hero, kingkong, kucing, laut, hulk, iron man, naga, harimau, rumah terbakar, sampai petinju. “Omah 3D Art ini sangat kreatif, gambar printingnya juga unik-unik. Cocok sekali buat liburan bersama keluarga, apalagi lokasinya di dekat Jalan Raya Trowulan,” ujar Victor Arifianto, salah satu pengunjung, Senin (25/12).

Untuk masuk ke wisata yang baru dibuka dua hari ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 8 ribu. Dari situ, mereka dapat berpose sepuasnya. Dengan dibantu panduan gaya petugas, pengunjung bisa memperoleh hasil foto memuaskan.

Sebab, Omah 3D Art ini juga menawarkan sensasi seakan-akan dapat berinteraksi langsung dengan objek printing. Di gambar kingkong, pengunjung bisa merasakan sensasi ditangkap kingkong sembari duduk di atas papan terbentuk menyerupai tangan.

Ide Omah 3D Art sendiri muncul seiring meningkatnya minat masyarakat dalam mengabadikan momentum. Baik ber-selfie atau berswafoto. “Masyarakat sekarang memang menyukai hal-hal unik, kemudian diabadikan melalui foto. Nah, dari situ banyak mencari spot-spot yang bagus. Dari situ, kenapa nggak dibuat di sini,” tutur pemilik Omah 3D Art, Ainul Ghurri.

Pemilihan printing dibandingkan dengan painting memang memudahkan saat akan diganti tema. Menggunakan printing gambar dinilai jauh lebih tahan lama. “Kalau painting satu gambar butuh waktu satu minggu lebih, dan gambar sewaktu-waktu bisa cepat pudar,” tambahnya.

Kendati baru dibuka, minat wisatawan sudah cukup banyak. Dalam satu hari saja, Omah 3D Art bisa menerima kunjungan sampai 200 orang. Itu pun mereka harus rela mengantre.  “Ke depan, kami akan terus meng-update gambar-gambar baru. Biar tidak monoton dan membosankan,” pungkas Ainul.

(mj/ris/ris/JPR)