Desainer Rinaldy dan Yin and Yang

Rinaldy menggunakan berbagai bahan dari bunga dan material artificial yang sederhana. Material bunga artificial tersebut terbuat dari plastik, daun, ranting dan berbagai bahan lainnya sesuai filosofi Yin dan Yang.

“Mengapa ambil tema Yin dan Yang? Karena untuk tema ini kan enggak perlu menunggu perayaan (Imlek). Karena Yin dan Yang adalah keseimbangan. Itulah makna hidup,” ungkap Rinaldy dalam konferensi pers, Kamis (5/10).

Rinaldy menjelaskan dirinya tak perlu mencari berbagai bahan (hunting) jauh-jauh karena mudah diperoleh. “Enggak susah kok, banyak kok ada di toko-toko bunga artificial. Ada dari luar negeri, dan Indonesia,” jelasnya.

Filosofi Yin dan Yang bagi Rinaldy, adalah keseimbangan hidup. Berbagai perpaduan hitam dan putih, pria dan perempuan, baik dan buruk, seluruhnya seimbang dalam hidup. Hal itu direpresentasikan dalam karyanya.



“Itulah hidup. Tak ada keseimbangan maka bukan hidup. Tak ada hitam atau putih tak bisa sempurna. Digabungkannya harus dengan hati dan cinta,” jelasnya.

Pada setiap koleksinya kali ini terdiri dari warna hitam dan putih dengan titim merah. Hal itu melambangkan darah sebagai unsur kehidupan.

“Bunga kan harus berwarna, tak perlu diceritakan juga dengan jelas dan nyata, tapi bagaimana mengerti makna sesungguhnya bahwa hidup itu berwarna, sedih juga berwarna. Saling mengalah dan mengisi,” kata Rinaldy.

Dia juga menyesalkan banyaknya ketidakseimbangan saat ini dalam kehidupan ditandai dengan banyaknya kerusakan alam. Karena itu dia berupaya memberikan pesan secara keseluruhan dalam momentum Hari Ulang Tahun Central Departement Store ke-3 melalui koleksi aksesorinya.

“Bukan hanya dalam rangka 21 tahun saya berkarya, karena itu nanti ada acara lainnya pada akhir tahun nanti. Kalau untuk perayaan Central kali ini saya hanya mempersembahkan karya, tidak niat untuk dijual,” kata Rinaldy.


(ded/JPC)