Desa Wonorejo Singosari Sukses Tangani ODGJ, Pemerintah Desa Mlaten Mojokerto Pun Kepincut

Rombongan Studi Banding Pemerintah Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto foto Bersama Kader Posyandu Jiwa Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Senin (15/7).

MALANG – Suksesnya Posyandu Jiwa Desa Wonorejo Kecamatan Singosari dalam meningkatkan produktivitas serta membangkitkan perekonomian dari pemberdayaan masyarakat eks. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi magnet tersendiri dari daerah lain.

Keberhasilan sinergitas dari lintas sektor lembaga pemerintah dan swasta tersebut telah menjadi rujukan atau percontohan daerah lain untuk menyelesaikan persoalan eks ODGJ yang hampir di setiap daerah ada.

Seperti halnya pemerintah Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, yang terdapat lebih 85 warga orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Untuk mencari solusi penanganannya, Desa yang terdiri dari 3 dusun dan 4 perumahan tersebut berkunjung untuk kaji banding posyandu jiwa di Balai Posyandu Jiwa Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Senin (15/7).

“Desa kami terdiri dari 3 dusun dan 4 perumahan, terdapat 85 orang dengan gangguan kejiwaan, untuk itu kedatangan kami kesini ingin mengetahui cara yang tepat untuk memberikan solusi terhadap permasalahan ini,” kata Kepala Desa Mlaten, Dwi Siswarini.

Lebih lanjut perempuan yang baru menjabat Kepala Desa Mlaten tersebut mengungkapkan bahwa pada kunjungannya juga di dampingi bidan desa, perawat desa serta kepala puskesmas dan Camat Puri Kabupaten Mojokerto.

“Kami juga membawa oleh-oleh kerajinan tangan home industri yang terbuat dari tanah liat atau gerabah Desa Mlaten, yaitu cobek,” lanjutnya.

Sementara itu, Camat Puri Kabupaten Mojokerto Narulita bertanya cara rekrutmen relawan Posyandu Jiwa, pasalnya di era sekarang ini tidak mudah mendapatkan tenaga relawan yang bersedia mendampingi dan memberikan pelatihan dengan honorarium yang minim.

“Bagaimana cara merekrut relawan dan bagaimana bentuk kerjasamanya antara lintas sektor yang sudah berjalan di Desa Wonorejo dalam menangani masalah kejiwaan,” tanya Narulita.

Kepala Puskesmas Ardimulyo Singosari dr Widya Damayanti MMRS menyampaikan tanggapanya bahwa menangani eks. ODGJ tidak bisa satu dinas saja, namun harus bekerjasama dengan berbagai pihak.

“Jika kita memulai sesuatu hal yang bermanfaat dan dilandasi keikhlasan maka insyaallah bantuan dari berbagai pihak akan mengalir dan datang dengan sendirinya,” kata Widya.

Posyandu jiwa di desa Wonorejo juga didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Universitas Negeri Malang (UM), dan RS dr Radjiman Wediodiningrat Lawang.

Secara terpisah Manajer Operasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur gerai Malang Sony Abdul Karim, S.PdI menjelaskan bahwa lembaganya sangat peduli dengan keberadaan eks ODGJ untuk bisa bangkit hidup mandiri.

“Rata-rata orang dengan gangguan jiwa berasal dari masyarakat ekonomi kurang mampu, hal ini tentu menjadi kewajiban kami untuk membantunya,” kata Karim.

“Di Kabupaten Malang ada dua kecamatan yang sudah kita support keberadaan posyandu jiwanya,” terangnya.

“Kami akan terus membantu sesuai kemampuan yang kami miliki, supaya permasalahan orang dengan gangguan jiwa terutama yang masih dalam pemasungan bisa teratasi,” pungkasnya.

Turut hadir pada kunjungan kerja Posyandu Jiwa tersebut di antaranya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Singosari, tim paramedis dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, dan beberapa stake holder yang mendukung Posyandu Sehat Jiwa.

Berkat kerjasama lintas sektor eks ODGJ Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yang dibina melalui posyandu jiwa telah memiliki keterampilan membuat sandal spon, kemoceng, dan keset yang terbuat dari bahan baku kain perca.

Pewarta : Ruwiyanto
Editor : Kholid Amrullah
Foto : Tatik