Derbi tanpa Suporter, Bagai Sayur tanpa Garam

BALIKPAPAN – Pertandingan sepak bola tanpa suporter kedua tim, seperti sayur tanpa garam. Hambar. Apalagi, pertandingan ini mempertemukan kedua kesebelasan raksasa Jawa Timur (Jatim) Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Ya, seperti diketahui, derbi Jatim yang bakal berlangsung di Stadion Batakan, Kalimantan Timur, hari ini (12/12) memang tanpa penonton. Baik dari Aremania–pendukung Arema FC dan Bonek–pendukung Persebaya.

Bagi bek Arema FC Ricky Akbar Ohorella, laga tanpa suporter itu membuat sepak bola kurang greget. Sebab, menurut dia, dalam olahraga 11 lawan 11 itu harus dihadiri banyak penonton. Sebab, bisa membuat mereka yang bertanding di lapangan termotivasi dan menunjukkan performa terbaiknya.

Seperti bentrok Arema dengan Persebaya tidak akan dihadiri pemain ke-12. Kepastian tersebut menyusul masih dihukumnya Persebaya Surabaya oleh Komdis PSSI, tidak boleh menggelar laga penonton home dan away hingga akhir musim.

Hal itu merupakan buntut dari kerusuhan laga antara Persebaya melawan PSS (29/10) lalu. ”Kurang seru kalau tidak ada penonton,” ucap pemain berusia 28 tahun itu. Alasannya ketika tidak ada tekanan atau gemuruh penonton layaknya sayur kurang garam.

”Adrenalinya kurang apabila pertandingan tanpa penonton,” ucap dia. Bukan meremehkan, baginya, selagi tidak melukai pemain, teror di sebuah pertandingan sepak bola adalah sesuatu yang lumrah. Dan semua pemain Arema sudah terbiasa menghadapinya.

Pada pertandingan kedua tim sebelumnya bisa dikatakan tidak pernah sepi penonton. Bahkan kerap puluhan ribu tiket ludes sebelum pertandingan berlangsung. Seperti putaran pertama lalu, Arema menjamu Persebaya yang sukses menyodot animo sebanyak 37.406 penonton langsung di stadion.

Pewarta : Galih Prasetya
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro