Deodoran Bau Menyengat Bikin Imponten dan Mandul

Deodoran Bau Menyengat Bikin Imponten dan Mandul

Dilansir MensHealth Jumat (2/3), berdasar penelitian Anne Steinemann, profesor dari Universitas Melbourne, Australia menyebutkan, ada beberapa potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh bahan kimia dari penggunaan deodoran. Di antaranya gangguan pernapasan, serangan asma, sakit kepala migrain, pusing, ruam, kemacetan, kejang, mual, dan berbagai masalah fisik lainnya.

Dari penelitian yang berlangsung pada durasi 2017 itu, Steinemann menyebutkan, 33 persen orang Australia mengalami migrain dan serangan asma setelah terpapar produk wangi-wangian, seperti penyegar udara dan produk pembersih.

Senada dengan itu juga diungkapkan Heather Patisaul, profesor ilmu biologi. Dari penelitiannya menembukan bahwa phthalate, kelas bahan kimia yang sering digunakan pada sabun dan sampo beraroma, yang juga memiliki beberapa efek yang menyengat.

“Senyawa ini bisa berdampak pada kelainan perkembangan sistem reproduksi laki-laki bahkan impotensi,” ungkapnya.

Lebih jauh Patisaul mengatakan, selain dari phthalate, bahan kimia wewangian lainnya telah terbukti menghambat aktivitas testosteron yang dapat menyebabkan hilangnya energi, disfungsi ereksi, atau menghambat perkembangan masa otot.



Dia menerangkan, selama ini kaum pria mengaggap produk wangi-wangian yang dibeli di supermarket telah diuji secara ketat dan aman digunakan, namun kenyataannya tidak demikian. Faktanya, Food and Drug Administration (FDA) tidak mewajibkan produsen kosmetik untuk membuktikan terlebih dahulu bahwa semua bahannya aman.

“Secara harfiah ribuan bahan kimia dapat digambarkan dengan istilah generik wewangian untuk setiap produk wangi yang Anda beli, tidak mungkin untuk diketahui bahan kimia apa saja yang disertakan,” kata Patisaul.

Saat ini ada cara untuk mengetahui bahan apa yang digunakan dalam produk deodoran. Pada 2010, International Fragrance Association mulai menerbitkan “daftar transparansi” dari semua bahan yang dimasukkan produsen dalam produk wangi mereka dengan tameng seperti “wewangian.”

Daftar itu mencakup sekitar 4 ribu senyawa organik dan sintetis. Beberapa di antaranya, seperti stirena, senyawa penyebab kanker.

Agar kaum maskulin tidak terjebak dalam pemakaian wewangian yang berbahaya agar menghindari membeli produk dalam jumlah yang banyak. Hindari produk yang tidak diberi label resmi.

Pilih produk seperti cologne dan deodoran yang memiliki aroma netral alias tidak terlalu menyengat. Biasanya produk dengan label “Bebas Pengharum Buatan” itu pertanda bagus.

Pada akhirnya, konsumen sebenarnya sama sekali tidak tahu banyak tentang bahan kimia yang digunakan, apalagi sejauh mana ancaman yang mungkin dihadapi oleh kesehatan dan keselamatan. Yang dapat dilakukan adalah mendorong transparansi dari produsen terkait dengan produk yang aman digunakan.


(ce1/fid/JPC)