Denpasar Sabet Penghargaan Daerah dengan Tata Kelola Terbaik






JawaPos.com – Berbagai inovasi Pemerintah Kota Denpasar kembali diganjar penghargaan. Denpasar kembali meraih penghargaan Anugerah Pandu Negeri kategori terbaik tata kelola pemerintahan.





Sebelumnya pada Tahun 2017 Kota Denpasar juga dinobatkan sebagai pemerintah daerah dengan kinerja dan tata kelola sangat baik. Penganugrahan tahun ini diserahkan Wakil Presiden RI periode 2009-2014 yang juga Ketua Dewan Penasehat IIPG, Boediono, Jumat (26/10) malam.







Ketua IIPG, Sigit Pramono mengatakan bahwa Anugerah Pandu Negeri merupakan ajang pemberian penghargaan tahunan untuk pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia yang memiliki kinerja dan tata kelola terbaik.





Termasuk pemimpin inovatif yang berhasil melakukan terobosan dalam peningkatan pertumbuhan sosio-ekonomi melalui reformasi tata kelola.





Menurut Sigit, penilaian dilakukan terhadap 548 Pemerintah Daerah yang terdiri dari 34 provinsi, 416 kabupaten, dan 98 kota dan kota administrasi, dengan kriteria Aspek Performance, yang meliputi Pertumbuhan Ekonomi, Pengembangan Manusia, dan Breakthrough Result (Transformative and Innovative).





Disamping itu juga ada Aspek Governance yang meliputi Tata Kelola Keuangan, Tata Kelola Pemerintahan, serta Anti Korupsi.






Sekda Kota Denpasar, A.AN Rai Iswara mengatakan penghargaan ini menjadi prestasi kesekian kalinya yang diraih Pemkot Denpasar dalam bidang tata kelola pemerintahan.






Penghargaan ini menjadi cambuk bagi Pemkot Denpasar dalam melakukan pembenahan-pembenahan menjaga pemerintahan yang bersih dan baik. “Sesuai harapan masyarakat dan juga Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra serta Wakil Walikota I GN Jaya Negara,” ujar dia lewat siaran persnya, Minggu (28/10)..





Iswara menjelaskan, pengembangan Kota Denpasar selama lima tahun terakhir telah meraih capaian Indek Pembangunan Manusia 83,01%, yang terus meningkat dan selalu tertinggi di Provinsi Bali.





Fokus utama dalam pembangunan kedepan adalah penguatan jati diri masyarakat Kota Denpasar berlandaskan kebudayaan Bali.





“Serta pemberdayaan masyarakat Kota Denpasar berlandaskan kearifan lokal seperti penguatan Subak, Denpasar Smart City, hingga Mal Pelayanan Publik,” pungkasnya.





(yes/JPC)