Dengan Silat, Urus Izin Tangkap Ikan Makin Singkat

JawaPos.com – Kini mengurus izin perikanan tangkap tidak lagi merepotkan. Melalui sistem informasi izin layanan cepat (silat), pengusaha ikan hanya butuh satu jam untuk mengurus izin usahanya. Bisa juga dilakukan secara online.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjelaskan, melalui silat, perusahaan bisa lebih cepat mendapatkan izin tangkap. ”Mengurangi hambatan waktu dan biaya bagi para pengusaha perikanan. Sehingga semakin mudah merencanakan kegiatan perusahaannya,” bebernya di Gedung Mina Bahari III kemarin.

KKP tidak sendirian menggarap silat. Mereka menggandeng Kemenhub untuk menangani perizinan kapal. Baik pendataan jumlah, spesifikasi, ketentuan, maupun syarat lainnya. Adanya silat, kata Edhy, mempermudah pengawasan pemerintah terhadap pengusaha nakal. ”Kami berikan kemudahan. Kalau mereka (pengusaha, Red) melanggar, ya kami hukum. Tidak ada alasan mencuri ikan karena izin susah,” tegas politikus Gerindra tersebut.

Selain itu, kemudahan akses perizinan merupakan wujud visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk membuka peluang investasi. Khususnya bidang pengolahan perikanan. Thailand merupakan salah satu negara tetangga yang tertarik membuka industri perikanan di Indonesia. Tepatnya pengolahan ikan tuna di Surabaya. ”Kami sangat terbuka kepada Thailand untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Edhy.