Demo Pertahanan Udara Gambarkan Pangkalan TNI AU Diserang Teroris

JawaPos.com- Sekitar 516 taruna dan taruni tingkat I Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengunjungi Lanud Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang, Senin (7/1). Mereka sedang melaksanakan program Bhineka Eka Bhakti (BEB).

Tidak hanya berkunjung, para tentara muda ini juga menyaksikan beragam kemampuan yang dimiliki oleh pasukan terlatih TNI AU. Baik dari Paskhas, Batalyon Komandan (Yonko) 464, dan anggota Lanud Abdulrachman Saleh dari berbagai skadron.

Kemampuan itu ditunjukkan dalam demo pertahanan udara. Demo udara ini melibatkan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimiliki oleh Lanud Abdulrachman Saleh. Mulai dari pesawat tempur Super Tucano, Cassa 212, hingga Hercules C130.

Seorang pria yang digambarkan sebagai teroris sedang menyandera anggota TNI. (Tika Hapsari/ JawaPos.com)


Demo pertahanan udara diawali dengan kemampuan pesawat tempur Super Tucano yang terbang dengan ketinggian ribuan feet dan kecepatan kecepatan ratusan knot. Diasumsikan, dua pesawat tempur itu sedang melakukan operasi bantuan udara. Pangkalan udara diduduki oleh musuh.

Dua bom dijatuhkan dari pesawat tempur. Boom! tepat sasaran. Cendawan api terlihat sesaat kemudian berganti dengan asap hitam mengepul.

Kemudian, di langit tampak pesawat Hercules yang membawa 25 penerjun handal. Mereka melakukan terbang HAHO, dengan ketinggian 20 ribu feet. Tujuannya sama, membantu operasi udara.

Para penerjun dapat mendarat sempurna di titik landing secara presisi. Tidak melenceng dari titik yang ditentukan. Ratusan taruna dan taruni berdecak kagum dan bertepuk tangan menyaksikan pemandangan itu.

Belum usai ketakjuban, muncul pesawat angkut ringan Cassa 212 yang diasumsikan membawa bantuan bagi para korban perang. Pesawat Cassa merupakan salah satu alutsista yang diparkir di Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh.

Siang yang terik tiba-tiba saja dikejutkan dengan kemunculan sekelompok orang. Mereka membawa senjata laras panjang dan melakukan penembakan ke segala penjuru.

Jelas saja orang yang ada di lapangan tersebut kocar-kacir. Bahkan, pasukan bersenjata yang diasumsikan sebagai teroris itu sempat menyandera dua taruna.

Tak lama, muncul pasukan TNI AU berseragam yang membekukan musuh dengan cepat. Aksi baku hantam dan pelemparan ‘bom’ tak dapat dielakkan.
Beruntung teroris dapat dilumpuhkan hanya dalam waktu 10 menit.

Pasukan teroris yang tersisa juga berhasil ditangani dengan anjing terlatih dari TNI AU. Serangkaian simulasi itu juga menampilkan kesiap siagaan personel dalam menangani korban perang. Termasuk membawa satu unit ambulans dan dua motor trail di dalam Hercules.

Direktur Pengkajian dan Pengembangan Akademi TNI Mayjen TNI Sudarmono menjelaskan, para taruna dan taruni akan diajak berkunjung ke tiga matra TNI. Baik AU, AL dan AD. “Besok juga ada kunjungan di matra lainnya,” kata Sudarmono, usai demo pertahanan udara.

Sudarmono menjelaskan, tujuan kegiatan ini agar para taruna tingkat 1 mengenal operasi militer dengan baik. Baik dari matra darat, laut dan udara. “Kami berikan pembekalan kepada mereka. Sehingga mereka sudah tahu sejak awal,” tegasnya.

Sementara itu, Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Andi Wijaya menjelaskan, skenario yang disajikan adalah kemampuan operasi militer. Termasuk penerjunan dan pembebasan sandra. “Juga disajikan kemampuan untuk perebutan pangkalan,” kata Andi.

Editor      : Dida Tenola
Reporter : Dian Ayu Antika Hapsari