Demi Mewujudkan Inovasi Lebih Sehat, Nestle Memperkenalkan Cokelat Bebas Gula

MALANG – Nestle memperkenalkan cokelat baru tanpa tambahan gula. Inovasi ini dibuat karena perusahaan mencoba untuk tetap terdepan dalam mengubah selera dan tren konsumen.

Melansir pemberitaan CNN, Rabu (17/7), mPerusahaan Swiss mengumumkan sebuah bar KitKat baru yang menyaring rasa manis dari buah kakao tanpa tambahan gula halus pada Selasa (16/7) kemarin. 70% dark chocolate bar dibuat menggunakan seluruh buah kakao, termasuk bubur di sekitar biji kakao yang biasanya dibuang.

Dengan menggunakan teknik baru yang dipatenkan ini, Nestle mengubah pulp menjadi bubuk dan menambahkannya ke cokelat sebagai pemanis alih-alih gula rafinasi. Nestle juga mengatakan bubur bubuk itu manis berkat fruktosa-nya, sejenis gula dari buah. Perusahaan itu mengklaim cokelat baru itu “tidak kompromi dengan rasa, tekstur, dan kualitas.” KitKat akan mulai dijual di Jepang akhir tahun ini sebelum berkembang secara global pada tahun 2020 mendatang.

Menurut Gustavo Setrini, asisten profesor studi makanan di Steinhardt School of Culture, Education and Human Development di New York University, inovasi ini muncul ketika konsumen menghindar dari gula olahan.

“Konsumen sangat memperhatikan karakteristik kesehatan makanan, juga dampak lingkungan dan sosial, lebih dari sebelumnya,” katanya kepada CNN Business.



Ia juga menambahkan bahwa KitKat saat ini jauh dari kata sehat karena masih mengandung gula. Meskipun batangan coklat yang baru mengandung fruktosa yang berasal dari buah, cokelat masih mengandung sukrosa, sejenis gula yang tidak sehat.

“Tetap saja itu gula, hanya saja dari sumber lain,” katanya.

Meskipun begitu, Satrini mengatakan KitKat saat ini lebih baik dibandingkan sebelumnya yang mengandung 70% cokelat hitam. Selain itu, KitKat saat ini mengandung lebih banyak manfaat kesehatan daripada jenis cokelat lainnya, seperti cokelat susu.

Selain mengubah kebiasaan konsumen, Nestle dan produsen kakao lainnya perlu berinovasi karena pemanasan global dan ancaman lain terhadap pasokan kakao mereka.

Perubahan iklim “jelas sesuatu yang perlu kita perhatikan secara signifikan,” CEO Mondelez Dirk Van de Put mengatakan kepada CNN Business. Selama beberapa tahun terakhir, ia menambahkan, Mondelez (MDLZ) telah melihat lebih banyak variabilitas dalam tanaman dan inflasi biaya tak terduga yang didorong oleh perubahan iklim.

Penulis: Risma Kurniawati
Foto: Istimewa