Demi Air Bersih, Perbaiki Pipa 8 Km Sinergi Jawa Pos

Sementara itu, teknisi pipa desa tersebut baru menemukan titik kerusakan kemarin siang (3/12). Karena itu, mereka langsung melakukan kerja bakti untuk membenahi pipa yang rusak. Diketahui jarak kerusakan dari pemukiman warga sekitar 8 kilometer (km) arah puncak Gunung Kelud.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menerangkan bahwa kemarin siang warga bersama teknisi pipa desa tengah gotong-royong memperbaiki pipa yang rusak. Sebelumnya pada Sabtu siang (2/12) petugas melakukan survei untuk mengetahui titik kerusakan yang ternyata ditemukan di sekitar aliran Sungai Ngobo.

Titik lokasinya 8 kilometer dari pemukiman. “Setelah kita survei baru kita ketahui ternyata pipa kita kejatuhan batu besar dari tebing sehingga patah dan rusak,” terang Sutanto, 49, petugas teknisi pipa Desa Trisulo.

Mulai siang kemarin warga pun gotong royong membenahi pipa yang rusak tersebut dengan mengganti dan menyambungkannya yang baru. Sehingga kemarin, Tanto menargetkan, hingga malam kemarin pipa tersebut bisa disambungkan. Sehingga mulai hari ini juga diharapkan air sudah bisa lancar mengalir ke pemukiman warga.



“Kita targetkan dua dusun yaitu Pulerejo dan Rejomulyo malam nanti (kemarin, Red) airnya sudah lancar lagi,” ujarnya.

Di lokasi rusaknya pipa air warga tersebut, menurut Tanto, memang masuk wilayah rawan longsor dan batu besar juga rawan jatuh. Sehingga tidak jarang saat hujan sedang tinggi-tingginya menyebabkan wilayah yang tebingnya curam itu longsor.

Sehingga pipa warga yang berada di pinggir Sungai Ngobo biasanya ikut terdampak. “Hampir sudah langganan mas kalu musim hujan gini jadi warga sudah siap tandon. Malah kalau musim kemarau air lancar,” terang pria berkumis ini.

Karena sudah siap tandon air ini. Dua hari tidak mendapatkan air dari sumber akibat pipa mereka rusak. Dua dusun di Trisulo kini warganya masih memiliki persediaan air yang telah mereka tandon sebelum pipa mereka bermasalah. Mereka belum sampai beli air karena batas maksimal tandon mereka hingga empat harian.

“Kalau saat disapu banjir lahar dingin dulu ya selain beli air di wilayah bawah yang masih ada sumur. Kita mengandalkan bantuan pasokan air dari pemerintah,” ungkapnya.

Walaupun banjir lahar dingin sudah mulai diketahui tanda-tandanya di empat hari terakhir ini karena curah hujan yang tinggi. Menurut Tanto, belum sampai merusak pipa-pipa warga.

Namun melihat curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Menurutnya hal ini mulai membuatnya khawatir akan ancaman lahar dingin yang siap menerjang pipa-pipa warga. “Kalau sudah diterjang banjir. Kita bisa krisis air bersih seperti tahun lalu yang seminggu lebih kita andalkan air dari pasokan bantuan,” tegas Tanto.

(rk/fiz/die/JPR)