Demam Es Kepal Milo Bikin Heboh? Ayo Perhatikan Kalorinya

Hitungan jumlah kalori es kepal Milo viral di media sosial.

Apa pun minumannya, jika dilihat dari sisi kesehatan tentu yang paling sehat adalah air putih. Sedangkan, minuman manis termasuk soda begitu banyak kalori karena tinggi gula.

Ahli gizi sekaligus dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Jurusan Gizi, Marudut menjelaskan, terlalu sering mengonsumsi minuman manis bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas. Bukan tak boleh sama sekali, akan tetapi sebaiknya minuman manis dibatasi.

“Minuman manis (berkalori tinggi) itu menunjukkan makanan tersebut harus dibatasi,” tegas Marudur kepada JawaPos.com, Kamis (3/5).

Menurutnya, setiap camilan sebaiknya tidak memiliki kalori yang melebihi makanan utama. Setiap orang dalam sehari memiliki kebutuhan kalori antara 1.200-1.500. Hal itu juga tergantung kebutuhan masing-masing orang.

“Nah, kalau camilan jangan sampai lebih dari atau sama dengan makanan utama kandungan kalorinya,” jelasnya.



Maka, berapa batas ideal camilan yang boleh disantap? Menurut Marudut, seharusnya di bawah 20 persen dari kebutuhan energi untuk setiap porsi. Artinya Es Kepal Milo boleh dikonsumsi tak boleh melebihi 20 persen kebutuhan energi atau tak boleh lebih dari 250-an kalori untuk sekali santap.

“Namun untuk secara rinci, saya harus menghitung kalori produk tersebut secara pasti,” tegasnya.

Sebab, di dalam satu es Kepal Milo terdapat milo bubuk, sirup cokelat, susu kental manis, hingga kacang tabur. Atau ada juga yang menambahkan kreasi dengan biskuit dan choco chips di atasnya. Maka kalorinya untuk satu mangkok, jika melebihi 250-an kalori, sebaiknya disantap hanya seperlunya. 

“Jajanan jangan sampai mengurangi makanan utama,” kata Marudut. Dia menegaskan agar masyarakat mengingat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 tahun 2014 untuk mengurangi makanan GGL (Gula Garam Lemak). Yaitu kurangi makanan berlebihan gula, garam, dan lemak.

“Perlu edukasi pada masyarakat yang dibagi 4 kelompok yakni konsumen, produsen kecil, tenaga kesehatan, dan media,” tukasnya.

Sebuah akun Instagram @thistemporary mengungkap kandungan kalori dalam satu porsi es Kepal Milo sampai mencapai 926 kalori. Artinya itu sudah melebihi 20 persen kebutuhan energi untuk satu porsi camilan. Bayangkan, jika camilan saja sudah sebanyak itu, belum lagi ditambah dengan 3 porsi makan dalam sehari dan camilan lainnya. Tak heran, kasus obesitas melanda masyarakat kaum urban saat ini.

“Bisa jadi hitungan kalori di media sosial itu benar. Yang jelas jangan sampai camilan melebihi 20 persen kebutuhan energi,” tuturnya.


(ika/ce1/JPC)