Demam dan Diare, Sidang Tasdi Batal Digelar

JawaPos.com – Sidang kasus suap dan gratifikasi yang melibatkan Bupati Purbalingga Nonaktif, Tasdi sebagai terdakwa ditunda. Dikarenakan yang bersangkutan mengalami sakit demam disertai diare.

“Dadakan dapat info kondisi Pak Tasdi tidak fit. Kami dapat info dari pengawal tahanan kalau terdakwa sempat mendapat pengecekan di klinik lapas,” kata Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang, Rabu (19/12).

Selain itu, hakim beserta sebagian anggota majelis yang berkaitan dengan penyidangan kasus ini, kata Takdir juga sudah mengajukan cuti sebelumnya untuk beberapa hari ke depan. Oleh karenanya sidang dijadwalkan ulang untuk dilaksanakan kembali pada minggu kedua bulan Januari 2019 mendatang.

“Saat ini (agenda) masih menunggu pemeriksaan terdakwa. Tidak ada tanggapaan terdakwa yang sifatnya membantah dari hasil keterangan fakta sidang. Artinya semua keterangan saksi yng dibantah,” cetusnya.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa, Endang Yulianti, mengatakan jika kliennya saat ini tengah didera sakit demam dan diare. “Sudah tiga hari ini. Sudah pengobatan di klinik d LP yang ada di sana,” katanya.

Endang mengatakan, Tasdi membutuhkan penanganan lebih lanjut berupa pemeriksaan darah. Karena kliennya hanya mengandalkan obat-obatan seadanya selama berada dalam tahanan.

“Saya tidak tahu apakah diarenya itu karena panas tinggi tapi kemarin sore pas saya di LP beliau memang sudah menggigil. Itu kan kondisinya keringat banyak begitu tapi beliau kedinginan. Tensinya tadi pagi itu hanya 90 per 60. Rendah sekali,” tambahnya.

Endang mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar kliennya diizinkan untuk mendapatkan penanganan medis. “Berobat seperti kebijakannya itu nanti dokter yang menentukkan. Tetapi yang pasti kami mengharapkan (pemeriksaan) lab dulu lah. Karena ini kan panas sebabnya apa,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Tasdi sendiri didakwa menerima suap dan gratifikasi dari berbagai pihak saat menjabat sebagai Bupati Purbalingga. Dalam kasus suap, ia disebut menerima Rp 115 juta dari Rp 500 juta yang dijanjikan dalam proyek pembangunan Islamic Center tahap 2 senilai Rp 22 miliar. Sedangkan dalam kasus gratifikasi, dia didakwa menerima uang Rp 1,4 miliar dan 20 ribu dollar AS.

Tasdi dijerat dengan dakwaan kumulatif, yaitu pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001. Yaitu, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(gul/JPC)