Delapan Kali Lebih Irit, Bajaj Berbahan Bakar Gas Makin Disukai

JawaPos.com – Sempat menuai pro-kontra pada awal kemunculannya, bajaj dengan bahan bakar gas (BBG) kini mulai dirasakan manfaatnya dibandingkan bajaj oranye yang beberapa tahun silam populer di kalangan pengemudi bajaj. Selain ramah lingkungan, bajaj biru ini digemari oleh para pengemudi karena sangat irit bahan bakar.

Setidaknya itu yang disampaikan Edi, salah satu pengemudi bajaj yang mangkal di kawasan Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Sudah hampir lima tahun Edi beralih meninggalkan bajaj oranye ke bajaj biru untuk mencari nafkah.

“Ini jauh lebih irit 50 persen lah kalau pakai bahan bakar gas,” kata Edi saat berbincang dengan JawaPos.com di Stasiun Cikini, Jakarta, Rabu (19/6).

Sejak beralih menggunakan bajaj biru, Edi merasakan penghematan lebih dari 50 persen. Menurutnya, bajaj oranye jauh lebih boros bahan bakar dibandingkan bajaj biru.



Untuk bajaj biru yang menggunakan BBG, Edi hanya perlu mengeluarkan Rp 4.000 per liter setara premium (lsp) untuk menempuh 40 kilometer. Sementara saat masih menggunakan bajaj oranye, Edi harus merogoh Rp 4.500 per liter hanya untuk menempuh 5 kilometer.

Artinya, bajaj oranye hampir delapan kali lebih boros bahan bakar dibandingkan bajaj biru. “Jadi, dulu boros banget yang oranye, kalau gas irit. Jauh beda lah pokoknya,” tegasnya.

Iritnya bahan bakar membuat Edi bisa menyisihkan uang lebih banyak. Kini, ia lebih mudah menutup biaya sewa bajaj sebesar Rp 80 ribu perhari.

“Secara penghasilan, jadi lebih besar lah,” tuturnya.

Edi mengharapkan, ke depannya Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) di Jakarta lebih diperbanyak. Pasalnya, saat ini baru ada 21 SPBG.

Selain itu, Edi juga ingin layanan SPBG ditingkatkan. “Tinggal pom-pomnya aja, karena saat ini paling deket di Monas,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Igman Ibrahim, ARM