Deklarasi PA 212 Di Malang Diobrak Abrik Warga

KOTA MALANG – ”Bubar! Bubar! Bubarkan!” begitulah teriak massa yang tergabung dalam aliansi Arek Malang Cinta Damai di pelataran Yasdi Muamalah Kota Malang kemarin (20/1). Kehadiran mereka untuk menolak acara Deklarasi dan Pembekalan Koordinator Relawan Persaudaraan Alumni 212 se-Jawa Timur yang dituding terkait dengan pemenangan salah satu pasangan calon presiden. Dihadiri sekitar 500 orang, acara itu digelar oleh DPP Persaudaraan Alumni 212.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara yang dihadiri peserta dari berbagai penjuru Jawa Timur tersebut. Beberapa di antaranya Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma’arif, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak, dan Sekretaris Umum Persaudaraan Alumi 212 Ustad Bernard Abdul Jabar.

Penolakan acara tersebut karena tidak mengantongi izin, warga dan peserta aksi juga khawatir acara tersebut mengganggu kondusivitas Kota Malang. ”Kami menolak adu domba dengan kedok agama,” teriak Dimas Lokajaya, koordinator lapangan aksi dalam orasinya.

Dimas mengungkapkan, aksi yang beranggotakan sekitar 100 orang tersebut dilaksanakan spontan oleh relawan Kota Malang bersama warga sekitar Yasdi Muamalah, yakni warga Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen.

”Karena kami khawatir kondusivitas Kota Malang akan terganggu dengan acara seperti itu. Tahu sendiri, selama ini acara yang ada embel-embelnya 212 bagaimana? Seperti di Solo kemarin,” tegasnya.



Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH memastikan, Polda Jatim tidak menerbitkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) untuk acara deklarasi itu karena dinilai tidak ada badan hukumnya.

”Selain itu, surat pemberitahuan terkait acara tersebut diberikan mendadak, satu hari menjelang dilaksanakan acara,” ungkapnya.

Setelah dilakukan dialog dan mediasi, panitia pelaksana diminta menyetop kegiatan dan melepas banner acara yang bertuliskan ”Deklarasi dan Pembekalan Koordinator Relawan 212 se-Jawa Timur”. Tidak lama berselang, Asfuri menemui massa aksi dan meminta mereka bubar karena panitia sudah menyetujui untuk melepas banner acara tersebut.

Sementara itu, Ustad Bernard Abdul Jabar, sekretaris umum Persaudaraan Alumi 212, menegaskan, acara itu memang deklarasi dan pembekalan tim pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Saat ditanya terkait surat izin yang sempat dipermasalahkan, dia menyatakan, tidak perlu membuat surat izin, tapi cukup surat pemberitahuan kepada kepolisian, KPU, dan Bawaslu. Karena menurut dia, acara tersebut adalah acara internal.

”Jadi, untuk apa kami membuat surat izin? Kan kami tidak mengganggu ketertiban umum,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Pengawasan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Klojen Malang Achmad Ikhya’ Ulumuddin menyatakan, pihaknya terus memantau dan memastikan acara tersebut sesuai dengan perundang-undangan pemilu.

”Kami tetap melakukan pengawasan untuk memastikan acara tersebut bebas dari konten-konten yang dilarang dalam aturan kampanye pemilu, seperti isu SARA dan ujaran kebencian,” terangnya.

Muhammad Nabil, ketua pelaksana acara menegaskan, kegiatan tersebut hanya deklarasi dan pembekalan Koordinator Relawan Persaudaraan Alumni 212 se-Jawa Timur. ”Sama sekali tidak ada unsur menghasut atau mengadu domba seperti yang diutarakan pengunjuk rasa tadi (kemarin),” terangnya. (hqq/mg1/mg2/c2/nay)

Pewarta : Haqiqi, mg1,mg2
Copy editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani, Fia