Debit Air Turun, Olah Air Sungai Rolak dan Kalisari

MALANG KOTA – Terobosan sedang dilakukan PDAM Kota Malang. Ini menyusul menurunnya debit air yang tersedia. Sementara kebutuhan air minum terus bertambah. Salah satunya dengan program Water Treatment Plan. Yakni memanfaatkan air permukaan di Sungai Rolak dan Sungai Kalisari Kota Malang.

Air dari aliran dua sungai itu akan diolah menjadi bahan air minum PDAM. ”Memang tidak ada sumber air di Kota Malang. Tapi kami punya banyak sungai. Ya itu kami kelola agar bisa mencukupi kebutuhan,” terang Direktur PDAM Kota Malang M. Noor Muchlas kemarin.

Sungai Rolak itu bakal dibuat menyerupai bendungan. Fungsinya menampung air. ”Apalagi dibanding Surabaya, air di Sungai Rolak lebih bagus. Sehingga proses water treatment dan filtrasi tidak terlalu berat dan berimplikasi pada biaya. Memang uji lab belum keluar, tapi kualitas air lebih bagus dibandingkan Surabaya,” kata direktur asal Wajak itu.

Tak hanya mengelola air sungai, PDAM juga merencanakan pembuatan dua sumur bor. Saat ini, detail engineering design (DED) dua sumur bor sudah siap. Dua sumur bor untuk mendapatkan air baku ini dimasukkan dalam program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai prioritas.

”Ditargetkan dapat dimanfaatkan masyarakat pada 2020 mendatang. Sudah ada Feasibility Study (FS) dan DED akan segera dimanfaatkan,” katanya.

Pengupayaan DED ini sebetulnya bermula dari tinjauan Pemkot Malang akan debit air yang terus menurun. Misalnya, saat tampungan air di beberapa tandon mulai menurun. Awalnya, air yang ditampung biasanya setinggi 2 meter lebih, namun Juni lalu, hanya tinggal 1 meter saja. Sehingga debit air yang mengalir ke sambungan pelanggan berkurang

Sementara, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan dua bor ini tentu diharapkan bisa membantu distribusi air ke semua pelanggan PDAM. Setidaknya dari data PDAM, ada sekitar 167 ribu pelanggan PDAM. Dari 19 sumber menghasilkan air sekitar 1.718 liter per detik.

Penurunan airnya mencapai 19,80 persen. Tahun lalu, masih di angka 20,31 persen. ”Turun dari ambang wajar, ini berpengaruh pada distribusi. Kami akan lakukan skema lain untuk dekatkan air baku ke masyarakat. Saya targetkan 2020 atau 2021 sudah terealisasi,” tegas Sutiaji.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib