Debat Pilwali Kota Malang Digelar Dua Kali

MALANG KOTA – Segala persiapan jelang pesta demokrasi di Kota Malang kian dimatangkan. KPU Kota Malang makin gencar menggeber sosialisasi tentang aturan kampanye jelang penetapan pasangan calon (paslon). Sementara pihak kepolisian menggelar simulasi pengamanan.

Sosialisasi tentang aturan main kampanye digelar di Hotel Atria, Senin kemarin (29/1) dengan mengundang tim kampanye masing-masing kandidat. Ketua KPU Kota Malang Zaenudin menyatakan, semua tahapan dan tata cara kampanye dijelaskan kepada tim sukses kandidat. Termasuk di dalamnya penjelasan tentang debat calon yang bakal dilakukan dua kali.

”Debatnya akan dipandu oleh moderator dari kalangan professional dan akademisi,” kata Zaenudin, siang kemarin.

Mengenai penyebaran bahan kampanye kepada publik, KPU sudah menentukan ukurannya. Bahan kampanye meliputi selebaran brosur, pamplet, poster, desain dan materi yang memuat nama, visi dan misi, program, foto paslon, tanda gambar partai politik pengusung.

”Tim kampanye harus menyetorkan paling lambat 5 hari setelah penetapan paslon,” kata dia. Ia menjelaskan, penetapan paslon dilakukan 12 Februari mendatang.



Sementara itu, simulasi Pengamanan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang di jalan Simpang Balapan pada Senin (29/1) siang. Kabag Ops Polres Malang Kota Kompol Dodot Dwianto menjelaskan, simulasi ini baru awal dengan mengerahkan 900 personil Polres Malang Kota. Nantinya simulasi yang lebih besar akan dihelat Kamis (1/2) di tempat sama.

”Kami berusaha memberikan pengamanan yang terbaik di setiap tahapan pilkada,” tegas Dodot usai simulasi.

Dia menjelaskan, mulai dari tahapan pendaftaran bakal calon, penetapan pasangan calon (paslon), pengundian nomor urut, masa kampanye, masa tenang, distribusi surat suara, pencoblosan hingga penetapan pemenang pilwali.

”Jika sehari ada satu titik kampanye, kami akan jaga dengan 300 personel,” tutup Dodot.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Achmad Yani
Foto: Bayu Eka