Debat Hadapi Kiai Ma'ruf, Sandi: Saya Muliakan, Tidak akan Menjatuhkan

JawaPos.com – Calon wakil presiden (cawapres) nomor 02, Sandiaga Salahudin Uno mengaku siap jelang Debat Cawapres menghadapi, Kiai Ma’aruf Amin. Pasalnya, dia berjanji tidak akan menjatuhkan atau saling sikut.

Wakil dari Capres Prabowo Subianto ini mengatakan sangat menghormati Ma’ruf Amin. Karena Ma’ruf adalah seorang kiai yang harus dihormati dan dimuliakan. Sehingga, ketika debat nanti akan tampil apa adanya, tidak saling serang atau menjatuhkan.

“Ya saya sangat muliakan, hormati. Saya akan tampil apa adanya. Karena saya menghormati beliau, saya muliakan beliau, saya pasti tidak akan (menjatuhkan), kan kalau murid sama kiai nya harus sami’na wa atona,” kata Sandi di Bandung, Minggu (10/3).

Sebagai muridnya, Sandi akan ikut saja. Menyampaikan kebenaran dan lanjut bagaimana menambah bukan saling menjatuhkan atau saling sikut menyikut. Namun memberikan pilihan agar memantapkan para pemilih untuk menentukan pemimpin pada 17 April 2019 mendatang di bilik suara.



Disinggung soal persiapan materi dan data, Sandi menjelaskan ingin masyarakat mengerti soal visi misi Prabowo-Sandi dalam kontestasi Pilpres 2019. Karena pasangan calon 02 ini ingin memberikan solusi bagi masyarakat.

“Kita ingin lapangan kerja terbuka, ekonomi kita meningkat, kesejahteraan kita terutama dari masyarakat kelas menengah ke bawah lebih diperbaiki ke depan. Kita ingin pendidikan tuntas berkualitas, kesehatan kita juga insya allah bisa ada pembenahan BPJS, kesehatan jiwa juga diperhatikan,” paparnya.

Selain itu, Sandi pun menjelaskan pihaknya akan fokus agar masyarakat Indonesia ke depan punya lapangan kerja. Maka harapannya biaya hidup di kalangan masyarakat khususnya menengah ke bawah ini bisa teratasi.

“Ini yang menjadi harapan saya dalam debat dan kita akan menyuarakan apa yang sudah disampaikan oleh rakyat terutama rakyat kecil yang selama ini tidak didengar para elite di Jakarta. Kesempatan debat ini kesempatan strategis kami menyampaikan ini,” pungkasnya.

Editor           : Bintang Pradewo

Reporter      : Siti Fatonah