Darurat narkoba, Mengapa BNN Kota Medan Belum Dibentuk?

JawaPos.com – Sumatera Utara menempati peringkat kedua dengan peredaran narkoba paling banyak di Indonesia. Kota Medan sebagai Ibukota Provinsi juga masuk dalam jajaran tertinggi. Namun mengapa Badan Narkotika Kota Medan belum dibentuk?

Wacana pembentukan BNN Kota Medan sudah ada sejak 2017 lalu. Realisasinya belum juga dilakukan. Kepala BNN Sumut Brigjen Marsauli Siregar juga mengatakan, setiap tahunnya sudah mengajukan ke BNN Pusat dan Kementria Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

“Seluruh daerah (kabupaten/kota) di Sumut ini kita ajukan utnuk membentuk instansi vertikal (BNN). Di sana ada bobot nilai. Jadi yang menilai itu BNN pusat dan Menteri PAN-RB,” katanya, Sabtu (5/1).



Namun belakangan ada surat edaran dari Kemenpan RB. Isinya adalah moratrium pembentukan instansi vertikal. Marsauli mengatakan, mereka diminta memaksimalkan instansi yang ada. Misalnya Kota Medan yang masih di cover BNN Provinsi.

“Kita juga ada mengcover wilayah yang punya BNN,” ungkapnya.

Saat ini totalnya ada 15 cabang BNN Kabupaten/kota di Sumut. Antara lain Kabupaten Langkat, Karo, Deli Serdang, Asahan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Batubara, Simalungun, Labuhan Batu Utara. Lalu Kota Binjai, Tanjungbalai, Pematangsiantar, Gunung Sitoli dan Tebing Tinggi.

Surat edaran itu kata Marsauli, menjadi salah satu faktor masih mandeknya pembentukan BNN Kota Medan. Belum tahu sampai kapan moratorium itu dilakukan.

“Jadi efektifkan dulu kantor yang ada. Barangkali pusat punya penilaian. Karen pembentukan itu butuh anggaran, personel, bangunan , tempat, dan lain lain,” ungkapnya.

Marsauli tidak menampik jika pembentukan BNN Kota Medan cukup urgent. Agar BNN Sumut bisa fokus melakukan cover di sejumlah kabupaten kota yang belum punya BNN.

“Idealnya, kalau melihat situasi itu sangat perlu. Binjai dan Tebing Tinggi sudah bikin kok,” ungkapnya.

Artinya, Pemko, Pemprov dan DPR perlu mendesak kembali ke pusat untuk pembentukan di Kota Medan. Tahun ini rencananya mereka akan kembali mengajukan ke kementrian dan BNN Pusat untuk pembentukan di Kota Medan.

Editor      : Yusuf Asyari
Reporter : prayugo utomo