Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Konsisten Naik Dari Tahun ke Tahun

JawaPos.com – Menteri Koordinator bidang perekonomian Darmin Nasution meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tumbuh berkualitas di tengah kondisi perekonomian global yang tidak kondusif. Meski tidak tumbuh dengan cepat, mantan gubernur Bank Indonesia (BI) itu menyebut pertumbuhan ekonomi tanah air positif.

Demikian disampaikan Darmin Nasution saat Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR), Jakarta, Selasa (25/6). Dalam kesempatan itu, pihaknya bilang pertumbuhan ekonomi tumbuh konsisten.

Berdasarkan catatan Darmin, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 sebesar 4,88 persen. Kemudian pada 2016 tumbuh 5,03 persen dan tumbuh 5,07 persen pada 2017. Selanjutnya pada 2018, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,17 persen.

“Meskipun tidak naik dengan cepat, tapi kita tetap mampu mencetak pertumbuhan ekonomi yang konsisten naik dari tahun ke tahun,” terang Darmin dalam paparanya.



Darmin bilang, pertumbuhan ekonomi nasional banyak didukung dari tingkat inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tidak hanya itu, kualitas pertumbuhan yang semakin baik ditandai dengan tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan rasio gini yang menurun.

“Iklim investasi pun semakin baik. Pada 31 Mei 2019, S&P meningkatkan peringkat rating Indonesia satu tingkat menjadi “BBB” dengan outlook stabil. Indonesia pun mendapat investment grade pada level “BBB” dengan outlook stabil dari seluruh rating agencies”, paparnya.

Lebih lanjut, Darmin menambahkan bahwa Indonesia juga masih memiliki daya tarik sebagai negara tujuan investasi berdasar penilaian The Economist dan IMF. Dari penilaian IMD World Competitiveness Yearbook (WCY), peringkat daya saing Indonesia juga naik 11 peringkat dari peringkat 43 menjadi peringkat 32 pada tahun 2019, serta menjadi negara dengan peningkatan tertinggi di Asia Pasifik.

Sebagaimana diketahui, sasaran dari pembangunan ekonomi 2020, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan sebesar 8,5 sampai 9,0 persen, tingkat pengangguran sebesar 4,8 sampai 5,0 persen, dan rasio gini sebesar 0,375 sampai 0,380.

Adapun asumsi makro dalam Rancangan APBN tahun 2020 yang telah disepakati pemerintah bersama Komisi VII dan Komisi XI DPR RI antara lain: pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2-5,5% (yoy), inflasi di rentang 2,0-4,0% (yoy), nilai tukar rupiah sebesar Rp14.000 – Rp14.500 per USD, harga minyak di angka 60 US$/barel, lifting minyak di angka 734 ribu barel/hari, dan lifting gas sebesar 1.159 BOE/hari.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim