Dari Penjara, Anton Bakar Semangat Pendukungnya

Moch Anton.

Jakarta, 2 April 2018

Salam perjuangan. Asik harus menang!
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas nikmat yang diberikan kepada kita semua. Saya Abah Anton (Moch. Anton) mohon doa dari para ulama, tokoh masyarakat, majelis istighotsah, dan seluruh warga Kota Malang atas ujian Allah yang saya terima ini sekaligus atas nama keluarga, saya mohon maaf atas peristiwa yang saya alami.
Saya harap, kita tetap berjuang bersama demi kota yang kita cintai ini. Kami harus berusaha dan berdoa semaksimal mungkin untuk mewujudkan kota yang baldathun toyyibatun wa robbun ghofur.
Saya mohon anjuran salat berjamaah awal waktu ini bisa diteruskan. Demikian. Terima kasih sekali lagi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan berharap majelis tetap istikamah ada atau tidak ada saya.

MALANG KOTA – Moch. Anton, calon wali Kota Malang, yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap pembahasan APBD-P 2015 itu rindu kepada pendukungnya. Dari balik jeruji besi, pria yang kini menjabat wali Kota Malang (nonaktif) itu menyapa pendukungnya melalui selembar surat.

Kamis malam (5/4), surat Anton itu dibacakan Syamsul Mahmud, calon wakil wali (cawawali) Malang yang berpasangan dengan Anton di Pilwali 2018. ”Kemarin, Abah (Moch. Anton) menitipkan salam kepada jamaah di sini. Beliau menuliskan surat yang diamanahkan kepada saya untuk dibacakan,” ujar Syamsul di hadapan jamaah pengajian rutin setiap Jumat Legi di rumah Anton, Jalan Tlogo Indah, kemarin (6/4).


Isi surat tersebut, Anton memotivasi pendukungnya agar tetap berjuang menggalang dukungan sehingga menang di Pilwali 27 Juni mendatang. Motivasi itu terlihat dari penggalan kalimat pertama. Yakni, Salam perjuangan Asik harus menang! (selengkapnya baca surat Anton).

Sementara itu, ketua timses pemenangan Moch. Anton-Syamsul Mahmud (Asik), Arief Wahyudi, menegaskan, isi surat yang dibacakan Syamsul tersebut murni dari hati Anton. Termasuk keinginan Anton agar pendukungnya tetap berjuang maksimal sehingga perolehan suaranya di Pilwali 2018 mengungguli dua pesaingnya. Yakni, pasangan Ya’qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi (Menawan) dan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (Sae).

”Maka yang menjadi domain kami adalah memenangkan Asik. Tidak boleh patah semangat,” pungkasnya.

Selain Anton, cawali Ya’qud Ananda Gudban yang ditahan KPK atas kasus dugaan suap pembahasan APBD-P 2015 juga memberi kabar kepada pendukungnya. Hanya, penyampaian kabar itu tidak melalui selembar surat seperti yang dilakukan Anton. Tapi melalui lisan, kemudian itu disampaikan timsesnya saat mengunjungi Nanda di tahanan.

”Alhamdulillah, saya sehat. Mohon doa dan support dari teman-teman di Malang,” kata juru bicara timses Menawan, Dito Arief, menirukan perkataan Nanda.

Menurut Dito, saat ini Nanda sedang fokus menyelesaikan masalah hukum dengan timnya di Jakarta. Nanda meminta, dia melanjutkan, partai pengusung pendukung dan relawan juga fokus dalam setiap tahapan pilkada. ”Mintanya kepada tim untuk semakin solid dan lebih berjuang memenangkan Menawan,” kata Sekretaris DPD PAN Kota Malang itu.

Seperti diberitakan, Anton dan Nanda ditahan KPK. Keduanya disangka terlibat kasus suap yang belakangan disebut sebagai dana pokok pikiran (pokir). Selain Anton dan Nanda, juga ada 20 legislator dan satu kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Malang yang ditahan KPK. Hingga kini, lembaga antirasuah itu terus mengembangkan kasus suap Rp 700 juta tersebut.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono