Dari Camel Petir Lepas Kaos hingga Pedagang Asongan Naik ke Panggung

JawaPos.com – Teriknya matahari menghujam ribuan pendukung Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Lapangan Gajah Mada, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/3). Mereka datang untuk menyaksikan sang kiai dari jarak dekat. 

Para pendukung datang dari berbagai latar belakang. Masyarakat pinggiran, pedagang pasar, hingga penarik becak motor yang cukup mendominasi. 

Ma’ruf Amin baru tiba sekira pukul 13.40 WIB. Bersama anak dan istrinya, ia langsung naik ke atas panggung. Sambutannya begitu riuh. 

Para pedagang memaksa naik ke atas panggung (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Massa yang semula sempat berteduh karena panas, kembali merapat ke depan panggung standar konser itu. Nama Jokowi dan Ma’ruf dielu-elukan pendukungnya. Sambil mengangkat tangan mengacungkan jari jempol. Jokowi-Ma’ruf menang,” teriak massa. 



Disela massa, tangisan anak-anak digendongan ibunya terdengar samar. Mereka kepanasan. Sesekali dari atas panggung ada yang melempar kaos bergambar foto Jokowi-Ma’ruf dan angka 01 yang cukup besar. Masyarakat berebutan. Bahkan ada yang sampai meminta langsung ke atas panggung. 

Acara berlangsung seperti biasa. Menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga sambutan langsung dari Ma’ruf Amin. 

Dalam sambutannya, Ma’ruf terus membanggakan keberhasilan Jokowi. Mulai dari infrastruktur hingga ‘kartu sakti’ yang selalu menjadi andalan saat kubunya berkampanye. “Kalau tidak punya beras, tidak punya telur ada dapat kartu Keluarga Harapan. Makanya jangan takut. Ada gak di Sumut?” ujar sang kiai dalam penggalan pidatonya. 

Usai berpidato, Ma’ruf langsung meninggalkan lokasi. Karena jadwalnya di Sumut memang cukup padat. Dia dijadwalkan akan berangkat ke Tapanuli Tengah melanjutkan safari politiknya. 

Meski Ma’ruf pulang, masyarakat masih tetap bertahan. Menikmati hiburan musik dan menunggu pembagian sarung dan kaos. 

Ribuan pendukung juga semakin riuh saat Camelia Panduwinata mengambil mikrofon dan menghibur mereka dengan beberapa tembang lagu. Sesekali pemadam kebakaran menyemprotkan air di atas kerumunan. Setidaknya mengurangi hawa panas teriknya matahari. 

Di sela penampilannya, massa berteriak meminta kaos dan sarung. Panitia lainnya langsung melemparkan sarung dan kaos dari atas panggung. 

Hingga akhirnya, kaos pun habis. Perempuan yang akrab dengan nama panggung itu sempat bingung karena massa terus memintanya. Lagu yang diikuti goyangan massa tak membuat mereka lupa akan kaos dan sarung. 

Saat tampil, Camel memakai kaos bergambar Jokowi-Ma’ruf. Lantas dia menawarkan kaos yang dipakainya. “Ada yang mau baju bekas camel?,” ujar Camel. 

Semua penonton makin bersemangat. Camel pun membuka kaosnya. Lantas kaos berwarna putih itu dilemparkannya ke arah penonton. Kaos bekas keringat Camel itu pun jadi rebutan. 

Di sudut kanan panggung juga riuh. Bukan karena penampilan Camel Petir dengan lagu Goyang Nasi Padang. Ternyata para pedagang yang naik ke atas panggung. Mencoba menawarkan, dagangannya kepada para tokoh yang hadir. 

Tengku Erry, Ketua Sekber Relawan Jokowi yang berada di atas panggung juga jadi sasaran. Mereka meminta mantan Gubernur Sumut itu membeli dagangannya. 

Mulai dari pedagang sate, nangka, minuman ringan hingga kerupuk  merangsek naik ke atas panggung. Bahkan Tengku Erry yang saat itu sedang diwawancarai sejumlah awak media sedikit kewalahan. 

Ada pedagang uang kecewa karena dagangannya tidak dibeli. Tengku Erry tak dapat, pedagang malah mengejar seorang perempuan berhijab. “Kan udah dibeli semua tadi,” ujar perempuan yang tidak diketahui namanya itu. 

“Kami kan belum buk,” sambung beberapa pedagang minuman. 

Sesaat kemudian, panitia bertindak tegas. Para pedagang diminta turun. Mereka pun menurut. Meski dengan raut wajah sedikit kecewa. “Gak jelas pun panitianya ini,” celetuk seorang pedagang. 

Meski banyak pedagang yang tidak menikmati keuntungan, pendukung di depan panggung tetap bergoyang. Apalagi saat Camel Petir membawakan lagu Gemu Fa Mi Re. 

Saat ditanyai, Tengku Erry optimistis bisa memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Sumatera Utara. Analisis mereka, suara terbanyak ada di kawasan Pantai Barat. “Kita berharap Pantai Timur bisa menang dan Pantai Barat bisa bertambah kemenangannya,” ujar Erry yang sedang maju menjadi caleg DPR RI dari NasDem itu.

Editor           : Sari Hardiyanto

Reporter      : Prayugo Utomo