Darat Tuntas, Selanjutnya Laut

JawaPos.com – Empat belas tahun perundingan masalah perbatasan darat Indonesia dengan Timor Leste akhirnya tuntas. “Kami telah sepakat mengenai penyelesaian batas darat unresolved segments,” ungkap Menko Polhukam Wiranto kemarin (22/7).

Dalam pertemuan di kantor Kemenko Polhukam itu, Wiranto yang didampingi Menlu Retno Marsudi berdialog langsung dengan Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao yang merupakan ketua perunding perbatasan Timor Leste.

Dua titik perbatasan darat Indonesia-Timor Leste yang disepakati adalah Noel Besi-Citrana serta Bidjael Sunan-Oben. Titik pertama masuk daerah Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbatasan langsung dengan Oecusse-Ambeno di Timor Leste. Titik kedua berada di Kabupaten Timor Tengah Utara. “Selain itu, juga telah kami sepakati tentang pengaturan teknis yang terkait Houmeni Ana-Passabe,” terang Wiranto.

PERUNDINGAN PERBATASAN: Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao mencium tangan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai menggelar pertemuan bersama dengan Menkopolhukam Wiranto, Senin (22/7). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Selanjutnya, kedua negara bakal merundingkan persoalan lain. “Saya katakan tadi untuk melanjutkan (perundingan) batas maritim,” bebernya.



Perundingan dua titik batas darat itu berlangsung sejak 2005. Menurut Xanana, keinginan untuk segera menuntaskan perundingan bukan berarti kedua negara tergesa-gesa. Justru persoalan itu dinilai sudah terlalu lama tidak tuntas. “Kami akan mewujudkan negosiasi perbatasan laut,” bebernya.