Danarto-Kuntowijoyo ’Hidup’ di Hati Para Siswa

Sejumlah pengunjung melihat-lihat buku yang dipamerkan di Aula Skodam V Brawijaya kemarin (5/5).

MALANG KOTA – Referensi bacaan remaja kini cukup beragam. Bahkan, sejumlah siswa sudah tidak memasukkan bacaan bergenre teenlit atau roman remaja dalam daftar mereka.

Di event Islamic Book Fair di Aula Skodam V Brawijaya, Kota Malang, buku-buku sastra yang terbilang berat seperti karya Kuntowijoyo dan Danarto diburu sejumlah siswa.

Salah satunya adalah Alfina Salsasbila, salah seorang siswi MTsN 1 Malang. kemarin (5/5) dia membeli buku Kuntowijoyo berjudul Persekongkolan Ahli Makrifat. Siswi ini mengaku tertarik membaca karangan Kuntowijoyo lantaran sering membaca ulasannya di internet.

”Responsnya bagus, dan bagi saya isinya cukup menantang,” ujarnya.

Alfina sempat membaca salah satu judul di antara sekian judul kumpulan cerpen Kuntowijoyo.



”Judulnya Hati yang Damai, Kembalilah kepada Tuhan,” terang siswi kelas 8 ini. Inti cerita itu, beber dia, berpusat pada sosok yang kerap bermaksiat namun memilih bertobat.

Menurutnya, Kuntowijoyo selalu bisa menghadirkan cerita sederhana tapi jadi luar biasa. ”Karenanya saya bisa menyeleksi buku-buku yang berkualitas,” ujarnya.

Alfina mengaku sengaja datang ke Islamic Book Fair untuk mengejar diskon buku Kuntowijoyo. Di pameran ini, bukunya seharga Rp 50 ribu.

”Kalau di toko buku bisa Rp 75 ribu,” ujarnya. Alfina juga mengaku dititipi 2 temannya untuk membeli buku Kuntowijoyo. Menurutnya, di sekolahnya ada banyak siswa yang suka membaca karya-karya berat.

Siswa lain yang juga berkunjung ke Skodam untuk berburu buku murah adalah Annisa N., siswa SMAN 2 Kota Malang. Bersama kawannya, dia sengaja datang ke Islamic Book Fair untuk memburu karya Danarto. Untuk diketahui, Danarto adalah sastrawan senior yang berpulang pada 10 April lalu.

”Saya biasanya pinjam di perpus. Kebetulan tahu dari teman kalau ada buku murah di Skodam. Jadi saya ke sini,” ujarnya.

Annisa memborong buku Danarto berjudul Kacapiring. Sebelumnya, dia sudah membaca Asmaraloka. Menurutnya, karya Danarto sangat berbeda dengan buku-buku yang dibaca khusus anak seusianya. Meskipun ada bagian yang terkadang sulit dipahami, Annisa malah ketagihan membaca buku-buku sastra.

Pengawas stan buku Diva Press, Warto, menjelaskan, memang dua karya penulis besar Indonesia laku keras di lapak Diva Press. ”Memang yang paling banyak berburu karya Kuntowijoyo dan Danarto mahasiswa. Banyak mahasiswa UIN yang saya temui,” ujarnya.

Namun, selera masyarakat yang berubah-ubah membuat Warto sering melihat siswi SMP dan SMA turut membeli buku-buku karangan maestro sastra ini.

”Saya lupa kalau berapa banyaknya (buku yang dicari). Tapi kalau ada event seperti ini banyak yang cari,” jelasnya.

Pewarta: Sandra Desi
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto