Dana Rp 3 M untuk Beli Bus Toilet

MALANG KOTA Pemerintahan Wali Kota Malang Moch. Anton sepertinya memberi perhatian lebih terhadap fasilitas di tempat umum. Setelah melengkapi wahana permainan di taman kota, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana membeli bus toilet.

Sesuai draf anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2017, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengajukan anggaran sebesar Rp 3 miliar. Rencanannya, dana tersebut digunakan untuk membeli lima unit bus toilet. Dengan demikian, setiap unit diperkirakan menelan biaya Rp 600 juta.

Kepala DLH Kota Malang Agoes Edi Poetranto menyatakan, sebenarnya pemkot sudah mempunyai toilet mobile. Bentuknya berupa kontainer berisi toilet yang bisa dipindah-pindahkan. Biasanya, toilet mobile tersebut ”mangkal” di tempat-tempat yang banyak warga. Misalnya, alun-alun, taman kota, dan lokasi penyelenggaraan kegiatan.

Tapi, karena kondisinya sudah usang, operasionalnya membutuhkan biaya besar. ”Selama ini, kami mempunyai kontainer toilet yang harus dikatrol dengan truk. Sehingga, biaya operasionalnya membengkak,” ujar Agoes siang kemarin (20/8).

Mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang itu menambahkan, sudah selayaknya pemkot membeli bus toilet. Dia yakin jika bus toiletnya tergolong baru dan modern, pengoperasionalannya tidak akan membutuhkan biaya besar. ”Kami membutuhkan bus toilet seperti di Jakarta,” kata Agoes.

Selain biaya operasionalnya rendah, kata Agoes, bus toilet baru itu bisa menambah penghasilan daerah. Yakni, dengan disewakan. Sistem penyewaannya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha. ”Nilai sewa terjangkau. Yakni, setiap harinya dipatok Rp 100 ribu per toilet,” katanya.

Sementara ini Agoes belum bisa menjelaskan spesifikasi bus toilet yang akan dibeli. Sebab, pihaknya masih dalam tahap membahas anggaran. Acuannya berdasarkan keterangan DPRD Kota Malang yang sudah studi banding ke daerah yang mempunyai bus toilet, seperti DKI Jakarta. ”Anggota DPRD sudah berkunjung ke DKI Jakarta dan melihat fasilitas bus toilet,” kata dia.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman