Dana KONI Ikut Diusut KPK

MALANG KOTA – Satu per satu instansi dan rekanan di lingkungan Pemkab Malang sepertinya tak luput dari bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Buktinya, selama empat hari pemeriksaan untuk mengusut aliran dana alokasi khusus tahun 2011 yang diduga telah dikorupsi itu, sudah ada 42 saksi yang dimintai keterangan KPK. Mereka dari instansi pemerintah dan swasta. Di hari keempat kemarin misalnya, ada delapan orang yang dimintai keterangan KPK di Mapolres Malang Kota.

Delapan saksi itu antara lain Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Abdul Haris, Kepala Dinas Pendidikan M. Hidayat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Budi Iswoyo, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Iriantoro. Menyusul Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Avicenna Medisica Sani, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) M Imron, Kabid Bina Manfaat pada DPUSDA M Fauzi, dan Kabid Pemeliharaan DPUBM Suwignyo.

Mereka mendatangi Mapolres Malang Kota secara bergelombang. Rombongan pertama datang bersamaan, yakni Iriantoro, Abdul Haris, M. Imron, dan Fauzi. Disusul kemudian Avicenna yang berjalan sendiri. Begitu tiba di Mapolres, dia langsung menutup muka dengan tangannya. Lalu di belakangnya M. Hidayat. Dia tampak tenang dan kerap melempar senyum ke wartawan. Begitu tiba di Mapolres, mereka langsung masuk ke ruang Rupatama. Sejak pukul 10.00 hingga pukul 17.00, mereka menjalani pemeriksaan penyidik.

Pemeriksaan oleh KPK ini merupakan tindak lanjut atas penetapan tersangka terhadap Bupati Malang Rendra Kresna pertengahan Oktober lalu. Dia disangka KPK menggunakan dana tidak sah sekitar Rp 7 miliar yang diambilkan dari DAK 2011. Dana itu untuk kepentingan kampanye saat akan mencalonkan diri menjadi bupati. Nah, untuk mengurai kepentingan apa saja DAK itu, salah satu materi yang ditanyakan KPK kepada saksi kemarin soal dana yang dipakai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang. Karena itu, komisi antirasuah memanggil Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Abdul Haris.

Di sela jeda pemeriksaan, Haris mengakui bahwa dirinya ditanya soal penggunaan dana kegiatan untuk olahraga. Selain yang dipakai di dispora, juga di KONI. Penyidik KPK menanyakan apakah ada kaitannya antara dana di KONI dengan kasus yang sedang membelit Rendra Kresna. ”Saya juga ditanya terkait dana di dispora tahun ini. Tapi, saya pastikan di wilayah saya (dispora) aman,” terang Haris tanpa merinci lebih jauh.



Sementara itu, Sekretaris DPUSDA Kabupaten Malang Avicenna tak banyak berbicara usai diperiksa. Dia tampak berusaha menghindari wartawan. ”Saya hanya sebagai saksi Pak Bupati (Rendra Kresna),” jawab Avicenna singkat sambil meninggalkan wartawan.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Manfaat DPUSDA Kabupaten Malang M. Fauzi menyatakan hal yang sama dengan memenuhi panggilan KPK sebagai saksi. Akan tetapi, saat ditanya apakah dia juga diperiksa terkait aliran dana suap DAK 2011–2012, dirinya berlagak tidak tahu. ”Tentang apa ya. No comment. Nanti saja,” ungkapnya yang langsung masuk kembali ke ruang pemeriksaan.

Jubir KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh. Karena penyidik KPK masih bekerja mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi. ”Sementara no comment dulu,” jawab Febri. Informasi yang diterima koran ini, pihak KPK secara resmi akan memberikan keterangan terkait kasus korupsi di Kabupaten Malang Jumat hari ini. Itu karena seluruh keterangan dari para saksi dianggap sudah cukup.

Pewarta: Moh Badar Risqullah
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Abdul Muntholib
Foto: Darmono