Dam Jebol, Lahan 170 Hektare Mengering

KOTA BATU – Hanya dalam kurun lima bulan, Dam Air Prambatan di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dua kali jebol setelah terjangan banjir. Pertama pada November 2018 lalu, dan terakhir Jumat (5/4). Akibat dam jebol itu, setidaknya lahan 170 hektare tanaman sayur dan bunga terancam mengering.

Ironisnya, saat dam jebol, proses pembangunan dam akibat banjir pertama sedang berlangsung. Bahkan pembangunan sudah mencapai 60 persen. Bronjong (kawat berisi batu-batu penahan air) sepanjang 9 meter dan lebar 4 meter tersebut kembali rusak.

Padahal untuk membangun bronjong itu menelan dana Rp 1,4 miliar dari dana cadangan belanja tak terduga. ”Jebolnya bronjong darurat setelah ada laporan warga Sabtu siang. Menanggapi hal itu, kami akan melakukan kaji cepat dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan bronjong selanjutnya,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu M Rochim.

Dia menerangkan, jebolnya bronjong itu mengakibatkan irigasi bagian Prambatan kanan di wilayah Kapru dan Krapyak tak mengalir. Akibatnya, lahan seluas 170 hektare yang ditanami sayuran dan bunga tak terairi. Termasuk juga aliran irigasi bagian timur atau Prambatan kiri yang mengaliri 338 hektare sawah dengan tanaman hias dan sayuran di daerah Sidomulyo, Bumiaji, dan Pandanrejo.

Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Laoh Mahfud