KOTA BATU – Perang bisa menjadi pilihan untuk menjaga kedamaian. Karena perang menjadi satu-satunya jalan untuk menumbangkan keangkaramurkaan. Itulah pesan yang diangkat dalam pertunjukan wayang dengan lakon Sang Duta Pamungkas yang dibawakan oleh dalang Ki Ardi Purbo Antono di Balai Kota Among Tani Sabtu malam (12/8).

Dalam pertunjukan itu, Ki Ardi menceritakan lakon Kresna yang menjadi duta pamungkas. Kresna diceritakan sebagai simbol dari Wisnu yang akan menjaga kedamaian dan keharmonisan di dunia. Jika dengan cara yang baik kedamaian tidak berjalan normal, maka peperangan harus ditempuh untuk menjaga kelestarian dunia. Peperangan Pandawa yang menjadi sebagai simbol keadilan, kebaikan, dan kebenaran harus memenangkan peperangan melawan Kurawa, simbol angkara murka, kejelekan, dan semua bentuk kejahatan.

Pertunjukan itu juga berlangsung kocak. Sejumlah penonton dibuat tertawa terpingkal-pingkal dengan alur cerita yang disuguhkan. Misalnya, saat Ki Ardi mengisahkan salah satu tokoh yang sedang menyuruh seorang kusir. ”He, Satyaki, kowe saiki ojok dadi kusir, tapi dadio kernet ae saiki. Malang-Batu, Malang-Batu (Hei, Sayaki, kamu sekarang jangan jadi kusir, tapi sekarang kamu jadi kernet saja. Malang-Batu, Malang-Batu),” ujar Ki Ardi disambut tawa penonton.

Pertunjukan wayang itu disajikan setelah sebelumnya Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dewanti Rumpoko menyerahkan gunungan kepada dalang Ki Ardi Purbo Antono. Pertunjukan wayang itu juga memberikan hiburan yang menarik. Maklum, sejumlah tokoh lawak juga dihadirkan. Di antaranya, Yati Pesek dan pelawak Marwoto. Sedangkan untuk pesinden yang didatangkan adalah Lusi Brahman.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Punjul Santoso dalam sambutannya menyatakan, pagelaran yang disajikan semalam suntuk itu untuk menghibur warga Batu. Pertunjukan dalam rangka  memperingati Kemerdekaan RI ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat Kota Batu agar lebih mencintai seni budaya. Apalagi, akhir-akhir ini sedang marak pengaruh budaya asing. Sehingga, budaya wayangan seperti ini harus dilestarikan agar tak mudah punah. Momen itu sekaligus sebagai pengingat kepada generasi muda akan akar budaya Jawa.

Selain itu, Punjul berpesan agar masyarakat mampu menumbuhkembangkan rasa memiliki dan menikmati hasil pembangunan yang sudah direalisasikan Pemerintah Kota Batu. Sehingga, bisa dinikmati dan digunakan secara bersama-sama.

Sementara itu, Sekda Kota Batu sekaligus ketua penyelenggara acara Achmad Suparto menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-72 di Kota Batu ini masih panjang.  Bahkan, nanti pemerintah akan mengundang Raisa dan Rio Febrian dalam acara HUT Kota Batu yang digelar Oktober. Jadi, tak hanya pagelaran budaya lawas yang disajikan, tapi juga yang kekinian untuk mewadahi selera generasi milenial.

Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: Ahmad Yahya
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto