Dalami Islam, SMAN 5 Datangkan 10 Ustad Tiap Hari

Ustadah Zahrotul Nissa ketika memaparkan materi di SMAN 5 Kota Malang kemarin (6/6).

MALANG KOTA – Aspek spiritualitas dan pengetahuan tentang Islam digembleng di SMAN 5 Kota Malang pada bulan Ramadan kali ini. Ya, di sekolah tersebut diadakan kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar sejak Senin (5/6) dan berakhir hari ini (7/6).

Jika di sekolah lain umumnya menggunakan istilah Pondok Ramadan, di sekolah ini memilih memakai Pesantren Ramadan. Menurut Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 5 Malang Badrian Arifur Rachmawan, meski namanya berbeda, kegiatan di sekolah ini sebenarnya sama dengan yang dilakukan oleh sekolah lain.

Dan yang membedakan, dia melanjutkan, beberapa sekolah mungkin tidak banyak mendatangkan ustad sebagai pemateri. Sementara itu, di Pesantren Ramadan ini, materi yang diberikan cukup banyak.

”Dalam sehari, kurang lebih ada 10 ustad dan ustadah yang memberikan materi,” kata pria yang juga menjabat sebagai ketua Pesantren Ramadan ini.

Selain itu, Badrian menyatakan, selain materi secara umum, pemateri juga memberikan penjelasan berdasarkan kelompok gender.



”Ada materi laki-laki dan perempuan. Jadi, mereka bisa lebih mendalami,” ujarnya. Untuk peserta yang ikut, menurut dia, terdiri dari siswa kelas 10 dan 11 dengan total 598 siswa.

Badrian menyampaikan, pesantren ini bertujuan untuk mengajarkan kepada para siswa terkait pandangan tentang hukum Islam. ”Tidak hanya kulit luarnya, tetapi lebih pada konsep syari secara mendalam. Jadi, mengupas suatu masalah,” kata dia.

Salah satunya seperti materi yang disampaikan ustadah Zahrotul Nissa dari Pesantren Nurul Huda, Mergosono, Kota Malang. Ustadah cantik ini menjelaskan tentang menstruasi. Pada penjelasannya, Zahrotul menerangkan mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat perempuan sedang menstruasi. Seperti berapa waktu yang dibutuhkan hingga bisa kembali suci.

Badrian mengungkapkan, Pesantren Ramadan ini juga sebagai media pembentukan karakter anak. Selain itu, kegiatan itu untuk lebih memotivasi anak-anak agar lebih taat dalam beribadah dan berpuasa.

Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun pada saat Ramadan. Namun, dengan konsep berbeda. ”Setiap tahun tidak selalu seperti ini. Tahun lalu, setiap hari ke Masjid Jami’. Anak-anak pun mengikuti pondok pesantren di sana,” paparnya.

Sementara itu, pada Pesantren Ramadan kali ini, ada beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain imtaq (tadarus Alquran), salat Duha bersama, dan pemaparan materi.

Pewarta: Fisca Tanjung
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Bayu Eka