Dalam Kondisi Pusing, Greysia Polii Sukses Pecah Telur Juara di Istora

JawaPos.com-Sejarah manis tercipta dari sektor ganda putri. Untuk kali pertama dalam karirnya, Greysia Polii akhirnya menjadi juara di kandang sendiri, Istora Senayan, Jakarta.

Greysia menjadi kampiun pada usianya yang sudah tak muda untuk ukuran pemain bulu tangkis yakni 32 tahun.

Berpasangan dengan Apriyani Rahayu yang masih berusia 21 tahun, Greysia berdiri di podium tertinggi Indonesia Masters 2020 via kemenangan atas Sara Thygesen/Maiken Fruergaard.

Sebelumnya, Greysia/Apriyani menjadi juara di French Open 2017, India Open 2018, Thailand Open 2018, dan India Open 2019.

Di final, Greysia/Apriyani mengalahkan ganda putri nomor satu Denmark itu lewat laga sengit dalam tiga game yang berakhir dengan skor 18-21, 21-11, 23-21.

Pada game pertama, Greysia/Apriyani mengaku bermain di bawah tekanan.

Penampilan Thygesen/Fruergaard memang luar biasa. Mereka bermain begitu agresif. Pukulannya sangat keras.

Power ganda nomor 30 dunia itu membuat Greysia/Apriyani tertekan.

Untung saja, Greysia/Apriyani bisa bangkit pada game kedua.

Keadaan sangat menegangkan terjadi pada game ketiga.

Greysia/Apriyani yang sudah unggul 18-15 malah tertikung. Bahkan, Thygesen/Fruergaard bisa mencapai match point terlebih dahulu dalam kondisi 20-19.

Namun, lewat permainan taktis dan mendapatkan dukungan superberisik ribuan penonton di Istora, Greysia/Apriyani akhirnya bangkit untuk memenangkan pertandingan.

Setelah kemenangan itu, Greysia/Apriyani terlihat begitu emosional. ”Saya seperti kalian yang ada di sini, saya bangga menjadi orang Indonesia!” teriak Greysia dalam wawancara di pinggir lapangan.

”Puji Tuhan bisa menang. Sejujurnya kami lelah sekali, pusing kepalanya. Memang itu yang kami rasakan. Mixed feeling, kami bisa menang pertama kali di Istora. Dari awal kami tidak memikirkan hasilnya. Tapi mau perbaiki performance kami terus sampai lulus,” kata Greysia dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Greysia/Apriyani juga memuji penampilan ganda Denmark yang begitu luar biasa. Semangat dan mental bertanding Thygesen/Fruergaard patut diacungi jempol.

Padahal mereka mendapatkan teror dari ribuan penonton di Istora.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses ada di podium tertinggi Indonesia Masters 2020. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI)

”Kami memang tertekan dan nggak bisa main lepas di game pertama, Kami applause sama pasangan Denmark, mereka main bagus banget, enjoy banget. Di game kedua kami coba membalikkan keadaan. Saya bilang sama Apri, tidak usah memikirkan yang di luar, fokus sama yang di dalam lapangan,” jelas Greysia.

Sementara itu Apriyani mengatakan sangat bahagia dengan gelar ini. Mereka benar-benar tidak menyangka bisa menang.

”Kami berkaca dengan hasil tahun lalu, kami terpuruk banget. Bagaimana caranya kami bisa keluar dari masalah kami, bagaimana caranya kami mau juara, mau maju. Alhamdulillah di rumah sendiri kami bisa menunjukkan performance terbaik kami,” ujar Apriyani.

Dia terlihat sangat terharu. Dia berusaha sangat keras untuk membendung laju air mata agar tidak mengalir ke pipinya.

Setelah kemenangan Greysia/Apriyani, Indonesia juga merebut gelar di nomor tunggal putra. Itu setelah Anthony Sinisuka Ginting menekuk pemain Denmark lainnya, Anders Antonsen dengan skor 17-21, 21-15, 21-9.

Total, Indonesia meraup tiga gelar pada Indonesia Masters 2020. Sebelumnya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi juara setelah mengalahkan senior mereka Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.