Curi Uang Kotak Amal Masjid di Pakis, Dua Pria Dikeler Polisi

Dua pelaku pencurian kotak amal tertangkap

MALANG – Setelah pencurian kotak amal terjadi di Tirtoyudo, pada Minggu, (5/5) lalu, kini giliran Masjid Aisyah yang berada di Jalan Raya Mendit Barat 5A RT 1 RW 1 Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang yang jadi sasaran pencurian kotak amal. Kejadian ini menandai sudah kedua kalinya pencurian kotak amal di Ramadan tahun 2019 ini.

Banyaknya yang ada di kotak amal saat ramadan dimanfaatkan Muhamad Aji, 29, pria asal Desa Srepeng RT 3 RW 1 Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dan Imam Tantowi, 23, remaja asal Dusun Jamberejo RT 11 RW 3 Desa Ringinkembar Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.

“Mereka menguras habis uang yang ada di Kota Amal. Caranya dengan mencongkel gembok yang ada,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Kejadian bermula pada Kamis, (9/5) pukul 11.00 WIB siang. Seperti biasa, masjid pun masih sepi karena belum memasuki waktu salat Duhur.

“Modus operandi yang dipakai kedua pelaku datang dengan ke masjid untuk pura-pura melakukan sholat,” sebut Ainun.



Sial bagi pelaku, di lokasi, saksi yang juga merupakan takmir Masjid Aisyah, Djuki Efendi yang rumahnya tidak jauh dari masjid mengawasi gerak-geriknya aneh kedua pelaku tersebut karena dianggap mencurigakan.

Ternyata benar, sewaktu Djuki mengecek kotak amal, uang yang ada didalamnya sudah amblas digondol kedua pelaku. “Sudah tidak ada, dan kuncinya juga sudah rusak dan terbuka,” tandas Ainun.

Walau pelaku sudah meninggalkan masjid, namun Djuki masih hafal betul dengan wajah kedua pelaku. Ia-pun segera melapor ke Polsek terdekat yakni Polsek Pakis. Setelah itu, petugas piket dan Unit Reskrim Polsek Pakis pun menuju ke TKP.

“Bersama saksi yang lain, petugas berusaha mencari keberadaan pelaku di sekitar lokasi masiid. Namun kemudian diketahui pelaku berada di dekat jembatan Kalisari yang tidak jauh dari TKP,” bebernya.

Kedua pelaku pun kemudian ditangkap dan dilakukan penggeledahan. Akan tetapi saat digeledah, kedua korban sempat kabur. Pelaku juga mengaku sempat membuang 1 buah obeng tespen warna bening, alat yang mereka digunakan untuk mencongkel kotak amal tersebut.

“Tapi kedua pelaku berhasil ditangkap kembali akibat adanya dan bantuan kooperatif dari warga sekitar,” tutup Ainun.

Setelah berhasil ditangkap, ditemukanlah uang hasil kejahatan di dalam saku celana pelaku berupa uang tunai hasil kejahatan sejumlah Rp 215.500.

Kedua pelaku pun mengakui akan perbuatanya. Namun, ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang sudah salah di mata hukum tersebut karena melanggar Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Humas Polres Malang