Cukai Malang Amankan ”Barang Haram” Senilai Rp 1 M

MALANG KOTA – Sejak Januari hingga Mei lalu, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang berhasil mengamankan minuman keras (miras), ribuan ton tembakau, dan rokok ilegal. Kemarin (25/6) ”barang haram” senilai Rp 1 miliar tersebut dimusnahkan.

Turut melakukan pemusnahan secara simbolis adalah Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, dan Dandim 0833/Kota Malang Lekol Inf Tommy Anderson.

Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan merinci barang bukti yang dia amankan. Di antaranya, 3.052.776 batang sigaret kretek tangan (SKT) maupun sigaret kretek mesin (SKM), sekitar 3.577 ton tembakau iris, 170,1 liter minuman mengandung etil alkohol, 256 botol hasil pengolahan tembakau lainnya (vapor), serta 190 item barang kiriman pos. ”Jika ditotal, kerugian negara mencapai Rp 1 miliar,” ungkap Rudy usai pemusanahan barang hasil tangkapan tersebut kemarin.

Dia menceritakan, modus yang dilakukan pelaku dalam menyebarkan rokok ilegal maupun miras tak berizin adalah melalui jasa pengiriman pos.

Rudy sengaja melakukan pemusnahan barang bukti tersebut terkait dengan moral. Di mana untuk melindungi masyarakat dan masuknya barang impor yang berbahaya maupun dibatasi regulasinya.

Dia menambahkan, ada beberapa daerah di Kabupaten Malang yang rawan peredaran miras maupun rokok tidak bercukai. Hingga kini, pihaknya terus mengawasi beberapa daerah yang tergolong rawan.

Pihaknya juga sudah mempelajari modus pelaku membuat miras. ”Untuk pengolahan alkohol dilakukan dengan cara tradisional. Yaitu, dengan cara disuling, tapi tidak ada pengukuran yang pas untuk kadar alkoholnya sehingga berbahaya,” kata dia.

Guna mencegah peredaran miras maupun rokok tanpa cukai, pihaknya bekerja sama dengan dinas perpajakan dan kejaksaan negeri (kejari) di wilayahnya. Hal itu dilakukan karena pendistribusian barang-barang ilegal tersebut terus berkembang. ”Saat ini ada cara baru. Yaitu, menggunakan kurir dan mobil rental,” katanya.

Sementara itu, Agung M. Reza, anggota Divisi Penyidikan KPPBC Cukai Malang, menambahkan, pihaknya juga mengamankan replika senjata api hingga sex toys. Untuk replika senjata api seperti airsoft gun, sebenanrnya dapat menjadi legal apabila mendapat izin dari Kapolri. Namun, karena barang-barang tersebut tidak berizin, maka dia menyitanya.

Hal tersebut juga berlaku pada sex toys. ”Biasanya mendapat izin itu dari kedokteran. Tapi, itu untuk keperluan edukasi. Bukan untuk keperluan yang lain,” terang Agung.

Pewarta : nr4
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan
Fotografer : Laoh Mahfud