Coming Soon, Desa Wisata Edukasi Jamu

KROMENGAN – Sekitar 250 warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, tetap konsisten menjadi penjual jamu gendong. Berbagai varian jamu ditawarkan mereka. Mulai dari jamu beras kencur, kunir asem, temulawak, dan lain sebagainya. Selain dipasarkan ke seluruh penjuru Kabupaten Malang, produk warga itu juga dikirim hingga ke luar daerah.
Salah satunya ke kabupaten dan Kota Blitar.

”Biasanya di sana (Blitar) dijual kembali oleh para penjual jamu gendong keliling,” terang Kepala Desa (Kades) Karangrejo Sutaji. Dia menjelaskan bila rutinitas itu sudah dilakoni warganya sejak 1987. Dengan catatan itulah banyak yang menyebut di sana merupakan desa jamu. Kepada koran ini, Sutaji lantas bercerita bila citra tersebut dimulai ketika desanya membudi dayakan Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di masing-masing rumah.

Tanaman toga yang dibudi dayakan saat itu meliputi kunyit, kunir, jahe, temulawak
dan sebagainya. Adanya pendatang dari Solo yang kemudian menikah dengan warga
setempat menjadi salah satu tonggak awal. Warga tersebut kemudian memperkenalkan proses pembuatan jamu. Warga lainnya akhirnya turut mengikuti.

”Dari sana ternyata prospeknya baik dan ditiru oleh warga lain,” terangnya. Saat ini Desa Karangrejo juga menjadi salah satu lokasi penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Bekerja sama dengan beberapa kampus di Kota Malang, seperti Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas
Brawijaya (UB), penelitian dilakukan untuk menggali kandungan jamu, proses pembuatan jamu, dan sejarah dari pembuatan jamu di desa itu sendiri.

”Selama ini, warga hanya tahu membuat jamu, tapi tidak mengetahui kandungan apa yang ada dalam jamu. Dengan adanya kerja sama dan studi banding ini tentu akan menambah edukasi warga maupun mahasiswa,” tambah Sutaji.

Dia juga mengatakan bila 2020,desanya akan mengembangkan konsep desa wisata edukasi jamu. ”Saat inimasih dalam tahap pembangunan. Sudah ada beberapa gapura yang dibangun. Semoga 2020 sudah selesai semua,” terangnya.

Pewarta : Bagus Prakoso
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya