Ciuman Brama-Kumbara buat si Kembar

MALANG KOTA – Balita kembar Athiffah Najma Mecca-Athiyah Nanda Madinah terkejut ketika Brama tiba-tiba mendekat ke arah mereka. Brama lantas keluar dari air dan langsung mencium Athiyah yang berada paling dekat dengan pinggir kolam.

Meski sempat kaget, bahkan takut, Athiffah-Athiyah senang merasakan momen kali pertama dicium lumba-lumba. Momen yang mungkin bakal diingat hingga dewasa, terjadi di arena Pentas Lumba-Lumba, Lapangan Rampal, kemarin (28/9).

Pentas Lumba-Lumba itu sudah dibuka sejak Jumat lalu (21/9) dan akan berlangsung hingga 28 Oktober mendatang. Di arena pentas, pengunjung bisa melihat aksi lumba-lumba, beruang madu, berang-berang, hingga kakatua.

Ali Sodikin, Manager Traveling Show PT Wersut Seguni Indonesia (WSI) sebagai penyelenggara Pentas Lumba-Lumba menyatakan bahwa Brama-Kumbara merupakan lumba-lumba yang diambil dari penangkaran di Kendal. Mereka dilatih secara khusus untuk bisa melakukan berbagai atraksi. ”Barangkali, ini akan menjadi pentas terakhir di Kota Malang,” ujar dia.

Sementara itu, pada agenda pentas kemarin, PT WSI mengundang 200 anak yatim untuk menyaksikan berbagai atraksi hewan-hewan pintar itu secara cuma-cuma. Mereka berasal dari Bina Yatim Darul Jundi. ”Alhamdulillah, anak-anak senang. Sampai sekarang mereka masih terus membahasnya,” kata Mochammad Soleh Syarifudin, salah seorang pengasuh.



Pewarta: Darmono
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mufendra
Fotografer: Darmono