CFD Jadi Ajang Kampanye, Ray Rangkuti: ‘Sweeping’ Aja Tertibkan!

Pengamat politik Lingkar Madanj (Lima) Ray Rangkuti mengaku prihatin melihat aksi intimidasi di CFD, Jakarta.

Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengaku prihatin melihat situasi tersebut. Sebab, acara seperti CFD ini merupakan momen keluarga. Sehingga sudah selayaknya jauh dari kepentingan di luar itu.

Pelarangan agenda politik juga telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2012 yang ditandatangi langsung oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai gubernur kala itu. Oleh karena itu, Ray meminta agar Pemda DKI mengeluarkan sikap tegas supaya kembali berpedoman kepada Pergub tersebut.

ilustrasi. Car Free Day (CFD) di Jalan MH Thamrin.
(dok. RADAR MALANG ONLINE)

“Mempergunakan hari keluarga untuk kepentingan kampanye itu hubungannya dengan Pemda DKI. Sebaiknya mereka kembali ke komitmen yang sebelumnya dilakukan oleh Ahok, bahwa car free day dilarang ada kampanye di situ,” ungkap Ray kepada RADAR MALANG ONLINE, Senin (30/4).

Sementara itu lanjut Ray, secara etika, menjadikan acara CFD sebagai ajang kampanye juga tidak baik. Sebab acara itu banyak dihadiri oleh anak-anak di bawah umur. Oleh karena itu, Ray mengimbau agar masing-masing kelompok menahan diri untuk kemaslahatan bersama.

“Itu CFD ruang keluarga, ada anak-anak, ada macam-macam usia yang diharapkan di situ membangun kekeluargaan. Oleh karena itu, baik yang dukung Jokowi ataupun tolak Jokowi harus menahan diri,” tegas Ray.

Sementara itu jika memang hal seperti ini terus terulang, maka dibutuhkan langkah tegas dari aparat maupun pemerintah. Mereka harus menertibkan segala jenis kampanye yang dilakukan di luar wilayah yang telah ditentukan.

“Iya kalau ketahuan (ngeyel tetap kampanye), tentu (boleh di sweeping), aparat Pemda ya harus menertibkannya yah gak harus polisi,” pungkas Ray.

Sebagaimana diketahui, saat CFD di Jalan Jenderal Sudirman-MH. Thamrin, Minggu (29/4), banyak warga menggunakan baju bertuliskan #GantiPresiden2019. Banyak pengunjung juga menggunakan baju bertuliskan #DiaSibukKerja. Sementara itu nampak pula para pedagang yang menjual baju serupa.


(sat/JPC)