Cerita Rizal Ramli Dorong Jokowi dan Prabowo Ubah Kebijakan Pangan

JawaPos.com – Pakar Ekonomi Rizal Ramli meminta para kontestan Pilpres 2019 untuk berani mengubah strategi impor pangan jika nantinya terpilih. Pasalnya mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu menilai, kebijakan yang ada sekarang cuma menyusahkan para petani dan jadi penghambat cita-cita kedaulatan serta swasembada pangan.

Mulanya Rizal menyoroti pola kuota pada kebijakan impor milik pemerintah saat ini. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat pengusaha bisa mendapat kuota impor sebanyak-banyaknya saat ada masa panen.

“Ini yang merusak adalah sistem kuota. Pengusaha dibiarkan impor jor-joran. Sedihnya pas panen. Akibatnya nggak ada insentif tahun depan untuk menanam lebih banyak,” ujarnya saat dijumpai di Pesta Kebun Resto, Kota Semarang, Sabtu (2/3).

Lantaran itu pula, harga komoditas yang baru saja panen malah terjun bebas. Saat impor dikurangi, para kartel pangan yang justru memperoleh keuntungan. Di satu sisi, para petani enggan untuk menanam lagi. Alhasil, keinginan kedaulatan serta swasembada pangan jadi angan-angan belaka.

“Sistem ini tidak bagus. Petani bawang di Brebes, Pantai Utara Jawa Tengah, semua keluhannya sama,” sambungnya.

Politikus asli Padang itu mengaku pernah menanyakan soal ini kepada dua capres Pilpres 2019, Joko Widodo dan Prabowo. Namun, dirinya hanya mendapatkan jawaban dari Prabowo. Sampai saat ini, dia belum mendapat jawaban dari Jokowi.

“Saya tanya ke Mas Prabowo, andai bulan April menang, taipan kartel impor akan datang sebar triliunan agar sistem tidak berubah, mau terima uangnya tidak?” tutur Rizal.

“Jawabnya, Mas Rizal, setelah jadi tentara saya jadi ketua perhimpunan petani. Kalau saya terima, sama saja menembak masyarakat sendiri,” ungkap Rizal mengulangi jawaban Prabowo.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Tunggul Kumoro

Copy Editor : Fersita Felicia Facette