Ceraikan Istri yang Sulit Diatur

Menjadi suami itu layaknya seorang imam. Tak hanya mengatur, tapi juga mengarahkan seorang istri. Lalu, bagaimana jika seorang istri tidak mau diatur. Mungkin bakal ramai jadinya.

Inilah yang dialami Markucel, 30, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang. Niat hati menikah dengan Markonah, 27, warga Dieng, Kota Malang, agar bisa menjadi pelengkap dalam hidupnya, tapi sayang hubungan itu harus kandas gara-gara sang istri tidak mau diatur.

Sejak masih pacaran, Markucel dan Markonah sudah berjanji akan menjalin sebagai suami istri hingga akhir hayat. Tapi, janji itu seakan-akan hilang ditelan bumi ketika pernikahan sudah menginjak umur dua tahun. Markonah mulai berontak dengan setiap arahan yang diberikan Markucel. Padahal, arahan itu baik untuk dirinya dan rumah tangga yang sedang mereka bangun.

Menurut Markucel, sang istri sering berontak ketika diberi tahu jangan melakukan sesuatu yang dilarang. Seperti keluar rumah tanpa izin, belanja jor-joran tanpa sepengetahuan sang suami dan sering malas ketika beribadah.

Selama beberapa bulan Markucel cukup sabar menghadapi perilaku Markonah yang seenaknya sendiri sebagai istri. Meski sang istri termasuk perempuan bertipe SOS (stamina oke selalu), tapi jika akhlaknya tidak baik, tentu Markucel jengah juga.

Hal lain yang membuat Markucel kurang suka dengan kelakuan Markonah, dia termasuk perempuan yang bertipe KPK (kurang pengertian dan kebablasan).

Lama-kelamaan berada dalam posisi tersebut, Markucel akhirnya tidak betah juga. Kamis lalu (7/6), Markucel menceraikan Markonah melalui Pengadilan Agama (PA) Kota Malang.

Pewarta: Moh Badar
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Grafis: Andhi Wira