Cek Jalan, Mobil Ditumpangi PNS Pemprov Nyemplung Jurang Sinergi Jawa Pos

MOJOKERTO – Petaka lalu lintas di jalur alternatif Cangar, Batu – Pacet, Mojokerto kembali terjadi. Selasa (2/1), kecelakaan akibat rem blong menimpa mobil Jeeb nopol L 1784 DE ditumpangi dua PNS Dinas PU Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun mobil terjun bebas ke jurang hingga kedalaman 15 meter. Tepatnya di tanjakan AMD, Sendi, Pacet. Kedua penumpang ini adalah Bayu Ganga, 36, warga Jalan Manyar Erdas, Kecamatan Rungkut, dan Ervan Lutfiansyah, 43, asal Pandugo, Kota Surabaya.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30. Semula, Jeeb dikemudikan Bayu Ganga melaju dari arah Cangar – Pacet dengan maksud menguji jalan yang baru rampung di benahi di pengujung tahun 2017 lalu. Nahas, di tengah pengecekan jalan rencananya akan diresmikan, mobil mengalami rem blong di tanjakan AMD, Sendi,

Keduanya pun panik. Kendati upaya mengendalikan kemudi terus dilakukan, usaha mereka gagal dan mobil masuk dalam jurang. Aiptu Surip, petugas Polsek Pacet mengungkapkan, mobil diketahui sudah ada tanda-tanda rem blong sejak dari atas (Cangar, Red).

’’Dari arah Cangar kampas remnya sudah kelihatan berasap karena kepanasan,’’ katanya. Beberapa warga juga sudah mengingatkan agar keduanya berhenti sementara setelah rem tampak mengeluarkan asap.

Namun, mereka memilih untuk melanjutkan perjalanan. Alhasil, setelah diduga tidak bisa menguasai kemudi, mobil yang ditumpangi oleng lalu tergelincir dan nyemplung jurang sedalam 15 meter.’’Mobil juga sempat menabrak belasan pembatas jalan,’’ tandasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kedua penumpang hanya mengalami luka ringan akibat benturan di ruang kemudi. ’’Lukanya tidak parah, hanya lecet-lecet. Itu pun langsung dapat pertolongan dari warga sekitar,’’ bebernya.

Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Nopta Histaris Suzan menambahkan, medan curam di jalur alternatif wisatawan itu memang masih menjadi momok bagi setiap pengendara yang melintas. ’’Masalahnya tetap sama, karena rem blong,’’ katanya.

Kendati kondisi jalan semakin lebar dan mulus namun masih menjadi jalur tengkorak. Hal ini menyusul medan yang ekstrem dan potensi kecelakaan yang tinggi. ’’Agar tidak menjadi korban berikutnya, pengendara kami imbau sering berhenti mendinginkan kampas rem,’’ pungkas Nopta. 

(mj/ori/ris/JPR)