Cegah Virus Korona, Wanita Ini Pakai Mobil RC untuk Ambil Makanan

JawaPos.com – RADARMALANG.ID – Seorang wanita di Tiongkok terkurung di dalam ruangan untuk menghindari virus korona, selama beberapa pekan lamanya. Sekarang, virus yang bernama COVID-19 yang merupakan singkatan dari Corona Virus Disease 1 itu memaksa masyarakat setempat berpikir kreatif.

Misalnya saja wanita satu ini. Dirinya memanfaatkan mobil remote control (RC) untuk mengambil makanan dari luar rumah demi terhindar dari virus korona.

The New York Post melaporkan bahwa wanita tersebut bernama Chen Tao. Sebagaimana dikutip JawaPos.com – RADARMALANG.ID pada Jumat (14/2), dirinya diketahui merupakan seorang penggemar RC yang aktif di sana.

Untuk mengambil makanan dari luar rumahnya dan menghindari diri dari virus korona, dia memasang sepasang kamera aksi ke mobil RC-nya. Dia juga memodifikasi dan menghiasinya dengan sebuah trailer untuk membawa makanan.

Menggunakan mobil RC, dia bisa mengendalikannya dari toko ke toko yang berjarak hampir 400 meter (1.312 kaki) dari rumahnya. Mobil mainan itu kemudian akan mengumpulkan semisal sekantong roti kukus.

Apakah aman? mungkin iya. Sebab wanita itu untuk menuliskan nomor ponselnya di trailer mobil, sehingga pemilik toko dapat menghubunginya dan menagihnya secara elektronik untuk pembelian yang dilakukan oleh mobil RC-nya.

Ketika mobil kembali ke rumah Tao, dia menyemprotnya dengan desinfektan sebelum membawanya, dan roti kukus yang berharga, di dalamnya.

Ketika mobil mainan bertenaga baterai itu melewati jalan-jalan di Jinan di provinsi Shandong, Tiongkok, sekitar 850 km (528 mil) dari pusat virus korona di Wuhan, sulit untuk tidak menyadari betapa sepinya jalan-jalan itu. Ini karena penduduk setempat didesak untuk tetap di dalam rumah untuk menghindari virus yang telah menewaskan lebih dari 1000 orang dan menginfeksi lebih dari 40.000 di daratan Tiongkok itu sendiri.

Setidaknya 25 negara telah mengonfirmasi kasus virus korona dengan HongKong dan Filipina yang mengonfirmasi masing-masing setidaknya satu kematian.

Virus ini juga diketahui memiliki dampak signifikan pada industri otomotif dengan banyak perusahaan, termasuk Volkswagen dan Hyundai terpaksa menutup pabrik lokal dan beberapa internasional.