Cegah Urbanisasi, Anak-Anak Muda pun Pulang Kembali

Percepatan pembangunan tidak harus melulu dari pusat kota. Tapi, bisa sebaliknya. Yakni, membangun kawasan pinggiran dengan menghidupkan segala potensinya. Seperti pengembangan Desa Pujon Kidul yang kini menjelma menjadi desa wisata dengan perputaran uang lebih dari Rp 5 miliar pada 2017.

…………………………….

 

Pujon Kidul adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Tujuh tahun lalu, wilayah ini bukanlah apa-apa. Tapi berkat tangan dingin sang kepala desa (kades), Udy Hartoko, tepatnya pada 2011, perlahan tapi pasti, Pujon Kidul mengalami metamorfosis yang luar biasa.


Berangkat dari membaca keindahan alam persawahan, desa ini melangkah menuju babak baru. Dari awalnya melihat potensi alam, sosial budaya, pertanian dan peternakan yang ada di sana, jadilah Pujon Kidul sebagai desa wisata dengan pemandangan super eloknya. Tentu saja, butuh proses panjang menjadikannya seperti sekarang. Tak cukup hanya dengan komitmen kuat pemerintah desa (pemdes) dan masyarakatnya. Sebab, sejatinya yang menjadi kendala dasar adalah sumber dana.

Bak gayung bersambut, begitu dana desa (DD) meluncur pada 2015, area persawahan Pujon Kidul disulap menjadi kafe. Namanya pun tak meninggalkan jejak desa, yakni tetap Café Sawah yang bertumpu pada kelestarian lingkungan, pemberdayaan dan giat  masyarakat. Agar terkontrol, pengelolaan Café Sawah itu dikendalikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pujon Kidul.

Sejak itu, peningkatan pendapatan asli desa (PADes) plus geliat ekonomi masyarakatnya makin terasa.

Di sekitar Café Sawah, tumbuh usaha-usaha baru di bidang kuliner, kerajinan tangan untuk suvenir, olahan susu hasil ternak, juga warung-warung makan. Efeknya tak hanya mencegah terjadinya urbanisasi anak-anak muda ke kota. Yang sebelumnya bekerja pada sektor informal pun, banyak pulang kembali ke desa. Ini karena desa sudah memberikan peluang kerja dan peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Artinya, dana desa tidak hanya berbicara tentang fisik sarana prasarana, tapi secara langsung, di Desa Pujon Kidul mampu menggerakkan ekonomi desa dalam waktu yang tidak terlampau lama. Dalam empat tahun pelaksanaan dana desa, masyarakat secara nyata sudah sangat menikmatinya.

Desa Wisata Pujon Kidul mulai bergeliat sejak 2015–2016 dan puncaknya 2017. Berkat kerja keras bersama, Desa Pujon Kidul meraih sejumlah penghargaan.  Tahun 2016, desa ini meraih penghargaan Desa Proklim (Program Kampung Iklim) nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Setahun berselang, Desa Pujon Kidul meraih penghargaan Desa Wisata Award untuk bidang Desa Wisata Agro. Penghargaan itu diterima dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), di Bukittinggi, Sumatera Barat. Selain itu, Desa Pujon Kidul juga pernah masuk lima besar dalam pengelolaan homestay terbaik di tingkat ASEAN.  Bahkan pada 2017, jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Pujon mencapai 241.525 orang.

Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Neni
Foto: Falahi Mubarok