Cegah Peredaran Pil PCC, BNNP Akan Sidak Apotek

””Ya (akan melakukan sidak). Kami akan membentuk tim. Jangan sampai apotek kedapatan menjual obat-obatan seperti ini,” ujar Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo di Semarang Rabu (6/12).

Dari analisa BNNP, adanya kemungkinan pil PCC tersebut didistribusikan ke sejumlah apotek di Jawa Tengah. Karena itu, BNNP telah berkoordinasi dengan kepolisian guna menelusuri persebaran pil PCC. Selain itu, BNNP juga sudah bekerjasama dengan BPOM untuk menelusuri asal muasal bahan baku pembuatan pil yang dijual mulai dari harga Rp 3.000 hingga Rp 6.000 per butir tersebut.

”Masuknya bahan baku ini diduga lewat jalur ilegal. Jadi, kami terus bersinergi melakukan pengawasan, terutama Kementerian Kesehatan, Polri, BNN, dan BPOM,” lanjut Agus.

Berdasarkan hasil penyidikan, bahan baku utama pembuatan pil PCC di pabrik yang digerebek di Semarang, didapat pelaku bernama Djoni dan Ronggo dari negara India serta Tiongkok. Bahan baku sebanyak 12 ton itu kini tengah diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Jateng bersama barang bukti lainnya.



Lebih lanjut, Agus juga mengungkapkan tengah melakukan pencarian terhadap pemasok bahan baku pembuat pil PCC tersebut. Para pelaku, kata Agus, diduga kerap melakukan transaksi dengan pihak yang sama untuk mendapatkan bahan baku tersebut. ”Karena kalau kami lihat catatan di paspor, para pelaku ini sudah sering masuk ke India dan Tiongkok,” terang Agus.


(gul/JPC)