Cegah Penyalahgunaan Antibiotik, Ini yang Dilakukan Puskesmas Gribig

MALANG KOTA – Tak semua orang paham bagaimana aturan mengkonsumsi antibiotik yang benar. Terutama soal kapan harus menggunakan antibiotik.

“Kadang tanpa resep dokter pun orang sembarangan beli. Lalu cara minumnya, terutama jam minum ini banyak yang nggak tahu. Pokok tahunya minum tiga kali sehari gitu,” terang Kepala Puskesmas Gribig, drg Dinna Indarti.

Berangkat dari permasalahan ini, Puskesmas Gribig memaksimalkan peran apotekernya. Di antaranya untuk mengedukasi pasien yang mendapatkan resep antibiotik.

“Kita periksa dulu resepnya ada yang bikin alergi nggak. Kemudian selalu saya tekankan waktu atau jam minumnya. Meskipun itu depan apotek sudah kita beri tulisan cara minum antibiotik yang benar,” ujar Apoteker Puskesmas Gribig, Lisa Ristiyani.

Jam minum menjadi penting mengingat antibiotik bukanlah obat biasa. Senyawa di dalamnya melawan bakteri atau makhluk hidup, bukan virus. Jika obat biasa diminum pagi, siang, dan malam, lain halnya dengan antibiotik.



“Kalau antibiotik itu harus dibagi jamnya. Misal 3 kali sehari, yah 24 jam dibagi 3. Minumnya harus 8 jam sekali. Untuk menjaga kadar obat dalam darah stabil,” sambungnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Editor : Indra M