Cegah Kerusuhan Pakai Senam #tolakkerusuhan

MALANG KOTA – Isu negatif yang bertebaran di media sosial (medsos) pasca kerusuhan pada 21–22 Mei lalu membuat aparat kepolisian waspada. Agar tidak sampai merembet ke Kota Malang, Kapolres Malang Kota (Makota) AKBP Asfuri mengimbau masyarakat tidak terprovokasi.

Hal itu disampaikan Asfuri dalam kegiatan ”Olahraga Bersama dan Deklarasi Tolak Kerusuhan” di Car Free Day (CFD) Jawa Pos Radar Malang di Jalan Simpang Balapan kemarin (16/6). ”Tentunya kami mengajak masyarakat tidak terprovokasi dan termakan isu negatif di media sosial.

Khususnya, ajakan-ajakan melakukan tindakan negatif seperti kerusuhan terkait Pemilu 2019,” ujar Asfuri di hadapan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang. Di antaranya, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Wali Kota Malang Sutiaji didampingi istri, Widayati, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sekretaris Kota (Sekkota) Wasto, Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto, dan Kepala Kejari (Kajari) Kota Malang Amran Lakoni.

Dalam acara yang juga rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Bhayangkara itu, juga digelar deklarasi tolak kerusuhan. Hastag #tolakkerusuhan dinilai sebagai cara yang pas untuk melawan kerusuhan. ”Melawan isu yang memanas itu harus dengan cara yang adem. Makanya, kami ajak masyarakat  sama-sama mendeklarasikan anti kerusuhan hingga di dunia medsos,” ujar Asfuri di tengah acara.

Deklarasi tolak kerusuhan ini dikemas dengan acara yang fun. Seperti senam bersama dan jalan sehat di kawasan CFD. ”Bersama-sama akan dibacakan tiga poin deklarasi,” kata perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.



Namun, sebelum deklarasi digelar, pengunjung CFD diajak senam bersama. Sutiaji tampak semangat sambil terus menoleh ke belakang mengajak masyarakat mengikuti gerakan senam. ”Diangkat ke atas tangannya, instrukturnya bukan saya. Di atas ya,” kata dia sambil menunjuk panggung. Celetukan Sutiaji keluar gara-gara banyak masyarakat yang mengikuti gaya Sutiaji senam ketimbang melihat instruktur di atas panggung.

Setelah senam, acara dilanjutkan dengan pembacaan tiga poin deklarasi. Isinya antara lain: menolak cara-cara inskonstitusional, kekerasan, anarkis, dan politisasi agama.

Kedua, mengutuk segala bentuk aksi kerusuhan dan mendukung aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku kerusuhan. Dan ketiga, mendukung TNI/Polri dan pemerintahan dalam mewujudkan lingkungan aman dan damai demi keutuhan bangsa dan negara.

Sutiaji menambahkan, Kota Malang telah membuktikan sebagai kota yang cinta damai dan jauh dari kerusuhan. Meskipun ada beberapa masalah yang hampir timbul, seperti deklarasi pendukung salah satu calon presiden, tapi sudah diredam oleh warga Kota Malang dan juga TNI dan Polri.

”Karena kita ini Arema, Salam Satu Jiwa kita buktikan. Beberapa yang lalu ada yang mau deklarasi, tapi sudah diredam,” kata politikus Jawa Timur itu.

Pewarta : Sandra Desi, M.Badar Risqullah
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan
Fotografer : Laoh Mahfud