Cegah Demo Meluas, Polres Malang Kumpulkan Guru-Siswa SMA/SMK se-Kabupaten Malang

KABUPATEN – Aksi unjuk rasa dengan tuntutan utama pencabutan RUU KPK beberapa kali digelar di depan gedung DPRD Kota Malang. Lalu, bagaimana dengan Kabupaten Malang?

Hingga saat ini, belum ada satu pun aksi unjuk rasa serupa yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Namun berbicara soal kemungkinan, apapun bisa terjadi.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Malang mengumpulkan kepala sekolah dan perwakilan siswa dari SMA/SMK se-Kabupaten Malang, hari ini (1/10).

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menilai aksi demo itu rentan ditunggangi pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.

“Indonesia kini sedang banyak unjuk rasa, entah itu isu kebakaran hutan dan lahan, isu papua, yang terbaru isu pro kontra terkait RUU,” ujarnya dihadapan tamu yang hadir di gedung Sanika Satyawada Polres Malang.

Padahal menurut Yade, demo yang diadakan kini sudah tidak relevan lagi. “Kan tuntutannya sudah dipenuhi,” tambahnya.

Karena itu, Polres Malang mengimbau kepada siswa untuk bisa menahan diri. Jangan sampai ikut-ikutan aksi unjuk rasa seperti yang terjadi di daerah lain.

Adapun, dalam acara tersebut, hadir pula Bupati Malang HM Sanusi, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu,serta Letkol Inf Ferry Muzzawad.

Ferry dalam kesempatannya menyebut ada pihak yang sedang mencoba merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Itu tugas Kepala Sekolah, tugas guru harusnya menyampaikan ke anak didiknya agar tak usah ikut semacam itu,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Indra M