Cegah Calo CPNS, Ini yang Dilakukan Pemkot Malang

MALANG KOTA – Banyaknya masyarakat yang ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS) membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang waspada. Institusi yang dipimpin Wali Kota Malang Sutiaji ini akan melakukan pengawasan superketat agar tidak ada calo.

Misalnya memasang alat verifikator di pintu menuju ruang tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dengan demikian, yang bisa masuk tes tulis hanya peserta. Sementara calo yang selama ini bermodus menyaru sebagai peserta dan mengikuti tes, diharapkan terhalang menjalankan aksinya. Langkah itu diambil setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengidentifikasi modus calo PNS dalam menjalankan aksinya.

”Kalau datanya nggak terdeteksi, meski di komputer pun nggak bisa akses (tes CPNS),” ujar Wali Kota Malang Sutiaji, kemarin.

Sesuai data di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hingga tadi malam (15/10), tercatat ada 3.990 pendaftar. Rinciannya, pelamar guru ada 3.466 pendaftar, tenaga kesehatan 410 pendaftar, dan tenaga teknis sebanyak 114 pendaftar.

Sedangkan kuota CPNS tahun 2018 untuk Kota Malang hanya 282 kursi. Dengan demikian, satu pendaftar harus bersaing dengan 14 pendaftar lainnya.



Sutiaji menambahkan, pemkot sudah menyiapkan alat pendeteksi calo tersebut. Namun, pihaknya masih belum bisa menentukan berapa jumlah alat yang akan diturunkan dalam tes CPNS tersebut. ”Kalau jumlah nggak bisa ditentukan. Harus lihat dulu (lokasi),” kata politikus Partai Demokrat itu.

Rencananya, tes CPNS digelar di SMKN 2 Kota Malang, Jalan Veteran. Tesnya menggunakan sistem komputer. Sehingga, usai mengikuti tes, hasilnya langsung bisa diketahui. ”Tempatnya di SMK Jalan Veteran,” ungkap mantan politikus PKB ini.

Namun, pihaknya belum mengetahui kapan tes tersebut dilaksanakan. Karena pihaknya masih akan melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan Provinsi Jawa Timur. ”Besok (hari ini) Pak Sek (Sekkota Malang Wasto) akan rapat di Surabaya,” tandasnya.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, pihaknya juga bakal melakukan cek lokasi tes tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. ”Tapi tunggu kepastian dulu (tanggal tes CPNS),” ujar mantan anggota dewan ini.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Malang Nurwidianto menyampaikan, pendaftar yang paling banyak adalah dari formasi guru. Hal ini dimungkinkan karena kuotanya juga paling banyak dibanding formasi lainnya. ”Mungkin juga karena Kota Malang terkenal sebagai Kota Pendidikan,” kata mantan Kabid Penagihan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang itu.

Lebih lanjut, kemungkinan besar pihaknya bakal menerapkan sistem kelompok atau shift dalam tes tersebut. Karena menyesuaikan dengan jumlah komputer yang ada di SMKN 2 Kota Malang. ”Kemungkinan besar dengan sistem shift. Tapi ditunggu dulu hasil rapat koordinasinya,” ungkap dia.

Pewarta : Imam Nasrodin
Penyunting : Mahmudan
Copy editor : Amalia Safitri