Home Jawa Pos - Kesehatan

Jawa Pos - Kesehatan

JawaPos.com – Masyarakat diminta tidak cemas atau panik merespons penarikan obat Ranitidin dari pasaran oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) karena diduga tercemar karsinogenik pemicu kanker. Masih banyak obat-obatan lain yang bisa dipakai sebagai alternatif untuk mengobati tukak lambung dan tukak usus.Ahli Penyakit Dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis...
JawaPos.com – Organisasi profesi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ikut menanggapi keputusan penarikan obat Ranitidin dari pasaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). PB IDI menindaklanjutinya dengan akan menggelar rapat formal bersama para dokter.BPOM menarik Ranitidin karena adanya laporan cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat tersebut. Hal...
JawaPos.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) belum lama ini memutuskan untuk menarik obat Ranitidin dari pasaran. Sebab dianggap bisa memicu kanker. Lantas, bagaimana jika masyarakat masih memiliki obat Ranitidin di rumah?“Kalau masih menyimpan (ranitidin) di rumah, jangan diminum atau dilanjutkan. Sebaiknya dibuang,” jelas Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Nurul...
JawaPos.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini menarik obat lambung Ranitidin dari pasaran. Klarifikasi tertulis BPOM per tanggal 4 Oktober 2019 menyebutkan alasan penarikan dari pasaran.Tindakan itu diambil setelah menindaklanjuti informasi cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat yang mengandung ranitidin sebagaimana disampaikan oleh US Food and...
JawaPos.com – Pola makan yang sehat dan seimbang dengan kandungan vitamin setiap hari memang baik untuk tubuh. Salah satunya vitamin A, salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil. Bahkan jika mendapatkan vitamin A secara cukup bisa menjauhkan dari penyakit.Selama ini orang hanya mengetahui vitamin E yang...
JawaPos.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta obat yang mengandung ranitidin ditarik dari pasaran dan produksinya dihentikan. Obat yang memiliki indikasi untuk menurunkan asam lambung itu diketahui tercemar senyawa N-nitrosodimethylamine (NDMA).Kepala BPOM Penny Lukito menyatakan, studi global memutuskan, nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96...
JawaPos.com – Ozon diproduksi melalui teknologi plasma dengan bahan baku udara maupun oksigen. Pemanfaatan ozon pada dosis yang tepat akan menjadikannya sebagai antioksidan alami, namun pada konsentrasi tinggi ozon justru dapat menjadi racun bagi beberapa organisme hidup.Ozon (O3) adalah molekul yang terdiri atas tiga atom oksigen yang tidak stabil....
JawaPos.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menarik 5 jenis obat Ranitidin karena mengandung cemaran NDMA sebagai karsinogen. Keputusan tersebut berdasarkan temuan US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang...
JawaPos.com – Selama ini pasien dengan keluhan tukak lambung atau asam lambung saat pergi ke dokter umumnya diberikan resep obat Ranitidin jenis tablet. Ranitidin direkomendasikan kepada pasien untuk diminum sebelum makan. Banyak dokter selama ini memberikan resep Ranitidin untuk pasien sampai akhirnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menariknya...
JawaPos.com – Para dokter selama ini biasa meresepkan obat lambung Ranitidin bagi pasien yang menderita masalah tukak lambung atau maag. Namun, baru-baru ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk menarik obat tersebut dari pasaran.BPOM telah memberikan persetujuan terhadap Ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat,...
JawaPos.com – Setiap pasien yang memiliki masalah gangguan lambung seperti tukak lambung, tukak usus, atau maag, pasti sudah tak asing mendengar obat ranitidin. Obat tersebut biasa diresepkan dokter bagi pasien yang mengalami keluhan lambung seperti mual.Biasanya obat tersebut dianjurkan untuk diminum pasien sebelum makan. Namun, kabar mengejutkan dimuat dalam...
JawaPos.com – Laporan tentang pasien penyakit HIV yang resistan dengan obat antiretroviral (ARV) kian marak. Berdasar data dari Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD dr Soetomo, 94 di antara 2.477 orang yang menderita HIV resistan obat ARV lini 1. Hal itu disebabkan ketidakpatuhan mereka mengonsumsi obat tersebut.Kondisi...